
Bagaimana Aku Tahu Kehendak Allah?
Salah satu sifat manusia adalah memiliki rasa ingin tahu. Setiap kita mempunyai perilaku rasa ingin tahu tentang „segala sesuatu‟. Yang berbeda, adalah apa yang ingin diketahui dan kadar keingin-tahuannya. Yang ingin diketahui bukan saja apa yang terjadi saat ini dan di sini, tetapi juga apa yang pernah terjadi di masa lampau. Tetapi manusia memang tidak cukup puas hanya tahu masa kini dan masa lampau, kita juga ingin tahu tentang masa depannya; apa yang akan terjadi di masa mendatang, bagaimana nasib saya? Tidak mengherankan jika kemudian manusia melakukan berbagai usaha, misalnya dengan ramalan atau mimpi. Ada orang yang percaya dengan buku primbon yang diyakini bisa mengartikan mimpi. Kalau mimpi tertimpa duren berarti mau dapat rezeki, kalau mimpi digigit ular berarti mau dapat jodoh. Ada orang yang percaya dengan rajah tangan, bahwa di telapak tangan ada garis-garis cinta, usia, dan nasib. Kalau garis cintanya patah-patah pertanda akan patah hati; kalau garis usianya panjang pertanda panjang umur, kalau garis nasibnya bengkok berarti „madesu’ (masa depan suram), dan kalau tangan gatal, berarti mau dapat uang banyak dan sebagainya.Salah satu sifat manusia adalah memiliki rasa ingin tahu. Setiap kita mempunyai perilaku rasa ingin tahu tentang „segala sesuatu‟. Yang berbeda, adalah apa yang ingin diketahui dan kadar keingin-tahuannya. Yang ingin diketahui bukan saja apa yang terjadi saat ini dan di sini, tetapi juga apa yang pernah terjadi di masa lampau. Tetapi manusia memang tidak cukup puas hanya tahu masa kini dan masa lampau, kita juga ingin tahu tentang masa depannya; apa yang akan terjadi di masa mendatang, bagaimana nasib saya? Tidak mengherankan jika kemudian manusia melakukan berbagai usaha, misalnya dengan ramalan atau mimpi. Ada orang yang percaya dengan buku primbon yang diyakini bisa mengartikan mimpi. Kalau mimpi tertimpa duren berarti mau dapat rezeki, kalau mimpi digigit ular berarti mau dapat jodoh. Ada orang yang percaya dengan rajah tangan, bahwa di telapak tangan ada garis-garis cinta, usia, dan nasib. Kalau garis cintanya patah-patah pertanda akan patah hati; kalau garis usianya panjang pertanda panjang umur, kalau garis nasibnya bengkok berarti „madesu’ (masa depan suram), dan kalau tangan gatal, berarti mau dapat uang banyak dan sebagainya.
Sakit
Beberapa hari terakhir ini saya sakit gigi. Rasanya mengganggu sekali. Aktivitas sehari-hari terhambat. Susah makan, susah tidur, susah ngomong. Gusi jadi bengkak, meradang akibat infeksi. Memang benar kata orang, “Sakit gigi sungguh menyiksa diri; lebih sakit ketimbang sakit hati.”Sakit gigi memang tidak mengenakkan. Namun masih untung, ia bisa dirasa-kan langsung sehingga membuat saya lekas mencari dokter dan siap minum obat yang diresepkannya. Coba kalau sakitnya tidak terasa secara langsung, bisa-bisa saya diam-diam saja, tak berusaha mencari penyembuhnya.
Dalam hidup ini ada juga penyakit yang tidak secara langsung terasa oleh penderitanya. Misalnya kanker stadium awal. Sang penderita bisa bersikap tenang-tenang saja jika penyakitnya belum terdiagnosis oleh dokter. Namun sesungguhnya ada yang sedang menggerogoti keamanan dirinya. Ini bahaya.
Waktu Luang Bersama Tuhan
Bangun tidur, kuterus mandi.
Tidak lupa menggosok gigi.
Habis mandi kutolong ibu membersihkan tempat tidurku.
Lirik lagu ini mengajarkan tentang rutinitas yang sederhana. Karena untuk anak-anak, maka kegiatannya yang dicantumkan tidak banyak. Bagi orang dewasa, daftar kegiatannya lebih banyak. Bangun tidur dilanjutkan dengan mandi, menyeduh kopi, sarapan, berangkat kerja atau antar anak ke sekolah, dan seterusnya. Kegiatan ini rutin dilakukan, tapi ada dalam keteraturan. Saking rutin dan teraturnya, semuanya terkesan otomatis dan statis. Bekerja dengan sendirinya dan terjadi begitu terus.