Menjadi Alat di Tangan Tuhan

Pujian Pembukaan

NKB 211 : 1 – 2 – PAKAILAH WAKTU ANUG’RAH TUHANMU

 

Pakailah waktu anug’rah Tuhanmu,

hidupmu singkat bagaikan kembang.

Mana benda yang kekal di hidupmu?

Hanyalah kasih tak akan lekang.

 

Refrein :

Tiada yang baka di dalam dunia

s’gala yang indah pun akan lenyap.

Namun kasihmu demi Tuhan Yesus   

sungguh bernilai dan tinggal tetap.

 

Jangan menyia-nyiakan waktumu,

hibur dan tolonglah yang berkeluh.

Biarlah lampumu t’rus bercahaya

muliakanlah Tuhan di hidupmu.

 

 

PEMBACAAN MAZMUR

Salah Seorang anggota Persekutuan Membacakan Mazmur Mazmur 85:9-14

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

Pembacaan dan perenungan Firman

  • 1 Raja-raja 18:17-19, 30-40
  • Kisah Para Rasul 18:24-28

 

Menjadi Alat di Tangan Tuhan

Menuding adalah hal yang mudah. Menuding berarti menunjuk kepada orang lain, dan yang melakukan kesalahan adalah orang lain. Itulah yang dilakukan Ahab ketika bertemu dengan Elia. Ahab menuding Elia yang menyebabkan kesengsaraan, padahal sebenarnya dialah yang menyebabkan itu karena ketidaktaatan kepada Tuhan (1 Raj. 18:17-19)

Oleh karena itu ketika di gunung Karmel, Elia mengajak umat untuk berperan serta memberikan persembahan kepada Tuhan, supaya mereka kembali kepada Tuhan, dan percaya kepada-Nya.

Elia mempersiapkan persembahan kepada Tuhan dibantu oleh rakyat (1 Raja-raja 18:30-35) 

Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!”  (1 Raja-raja 18:36-39 (TB))

Umat kembali kepada Tuhan karena tahu: Tuhan satu-satunya tempat perlindungan dan pertolongan mereka. Pemazmur mengingatkan hal ini;

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. (Mazmur 85:10-12 (TB))

Tuhan itu pengasih dan penyayang, dan menerima orang yang bertobat.

Dalam pertobatannya (Kis. 18:24-26), Apolos menjadi alat di tangan Tuhan.

Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias. (Kisah Para Rasul 18:27-28 (TB))

Kasih Tuhan yang besar menggerakkan orang-orang percaya untuk mewartakan kasih Tuhan kepada dunia.

 

SAAT HENING

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

  • Yudikatif (aparat hukum, polisi dan TNI) yang melindungi masyarakat dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.
  • Kesehatan anggota keluarga
  • (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)
  • Penutup

 

Pujian Penutup

NKB 211 : 3 – PAKAILAH WAKTU ANUG’RAH TUHANMU

Karya jerihmu demi Tuhan Yesus,

‘kan dihargai benar oleh-Nya.

Kasih yang sudah kautabur di dunia,

nanti kautuai di sorga mulia.

 

Refrein :

Tiada yang baka di dalam dunia

s’gala yang indah pun akan lenyap.

Namun kasihmu demi Tuhan Yesus   

sungguh bernilai dan tinggal tetap.

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga