Keluargaku, Komunitasku
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
KELUARGA HIDUP INDAH
(PKJ 288: 1-2)
Inilah rumah kami,
rumah yang damai dan senang;
siapa yang menjamin?
Tak lain, Tuhan sajalah.
Refrein:
Alangkah baik dan indah,
jikalau Tuhan beserta;
sejahtera semua,
sekeluarga bahagia.
Betapalah mesranya,
ayah dan ibu contohnya;
semua anak-anak
ikut teladan tindaknya.
Pembacaan Kitab Mazmur 34
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Keluaran 19:7-20
Perjanjian Baru : Yudas 17-25
Renungan
Setiap keluarga punya cerita: ada tawa, luka, harapan, dan pergumulan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi komunitas kecil di mana Tuhan ingin hadir dan berkarya. Dalam Keluaran 19:7-20, Musa membacakan firman Tuhan kepada umat, dan mereka menjawab bersama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Di gunung Sinai, Tuhan menyatakan kekudusan-Nya dengan dahsyat. Ini mengajar kita bahwa keluarga yang sehat bukan keluarga yang sempurna, melainkan keluarga yang mau mendengar Tuhan dan hidup hormat kepada-Nya. Orang tua memimpin anak-anak mengenal firman; pasangan saling mengingatkan dalam kasih. Rumah menjadi tempat perjumpaan dengan Tuhan, bukan tempat yang acuh terhadap dosa.
Mazmur 34:12 berkata, “Mari anak-anak, dengarkanlah aku, aku akan mengajar kamu takut akan TUHAN.” Takut akan Tuhan di rumah nyata dalam perkataan yang dijaga, kejahatan yang dijauhi, dan damai yang dicari. Banyak konflik keluarga dimulai dari lidah yang tidak dijaga. Namun pemazmur juga mengingatkan bahwa Tuhan dekat kepada orang yang remuk hatinya (ay. 19). Jika ada luka dalam keluarga, jangan disembunyikan. Bawa kepada Tuhan; Dia sanggup memulihkan.
Yudas 17-25 memperingatkan bahwa di akhir zaman akan ada pengejek dan orang yang memecah belah. Keluarga pun bisa terpapar sikap dunia: egois, tidak percaya, dan dingin. Karena itu, kita dipanggil untuk membangun diri di atas iman yang kudus, berdoa dalam Roh, dan memelihara diri dalam kasih Allah. Berbelaskasihlah kepada anggota keluarga yang lemah atau ragu; jangan menghakimi, tetapi tarik mereka kembali. Dan ingatlah janji indah: Allah sanggup menjaga kita dari tersandung dan menghadapkan kita tak bercacat di hadapan kemuliaan-Nya (ay. 24). Pengharapan keluarga bukan pada kekuatan kita, tetapi pada Tuhan yang setia.
Keluarga Kristen bukanlah keluarga yang bebas dari pergumulan, tetapi keluarga yang setiap hari belajar menempatkan Tuhan sebagai pusat: mendengar firman-Nya dengan taat, hidup dalam takut akan Tuhan, menjaga perkataan dan damai, serta berbelaskasih kepada anggota keluarga yang lemah. Ketika dunia semakin menggoda untuk memecah belah, kita diingatkan bahwa Allah setia menjaga dan memelihara umat-Nya; sebab itu, serahkanlah keluarga kita kepada-Nya, bangunlah iman bersama, dan percayalah bahwa Dia yang memulai pekerjaan baik dalam rumah kita akan menyempurnakannya sampai akhir. Amin.
Mengisi Jurnal Keluarga
(setelah merenungkan firman Tuhan, keluarga diberi kesempatan untuk mengisi jurnal keluarga)
Nyanyian Penutup
KELUARGA HIDUP INDAH
(PKJ 288: 3-4)
Di dalam kesusahan
kami berdoa tak segan;
pun dalam kesenangan
ucapan syukur bergema.
Refrein:
Alangkah baik dan indah,
jikalau Tuhan beserta;
sejahtera semua,
sekeluarga bahagia.
Buatlah rumah kami
menjadi taman yang sejuk,
sehingga hidup kami
berbau harum dan lembut.

Komentar Anda