Allah Menopang Keluarga Dengan Kasih dan Roh-Nya

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

PKJ 289 – Keluarga Hidup Indah

 

Keluarga hidup indah
bila Tuhan di dalamnya.
Dengan kasih yang sempurna
Tuhan pimpin langkahnya.

 

Reff:
T’rima kasih padaMu, Tuhan,
Kau bimbing kami selamanya.
Segala hormat, puji dan syukur
kami panjatkan kepadaMu.

 

Di dunia banyak jalan;
jalan mana ‘kan ditempuh?
Jalan lurus hanya satu;
jalan Tuhan itulah.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 145 : 8 – 14

 (dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

PEMBACAAN ALKITAB 

Zak. 4: 1-7, Luk. 10: 21-24

 

RENUNGAN

Allah Menopang Keluarga dengan Kasih dan Roh-Nya

Setiap keluarga pasti memiliki pergumulannya masing-masing. Ada keluarga yang sedang bergumul dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan anak, hubungan suami istri, atau masa depan. Tidak jarang kita bertanya, “Apakah keluarga kami sanggup melewati semuanya?”

Firman Tuhan hari ini menjawab pertanyaan itu dengan sebuah kabar sukacita: Tuhan tidak pernah meninggalkan keluarga-Nya. Ia menopang dengan kasih-Nya, menguatkan dengan Roh-Nya, dan memenuhi hati kita dengan sukacita karena Kristus.

Mazmur 145 memperkenalkan Allah sebagai Pribadi yang penuh kasih karunia, penyayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia. Kasih Allah bukan hanya sebuah sifat, tetapi nyata dalam tindakan-Nya. Pemazmur berkata bahwa Tuhan menegakkan semua orang yang jatuh dan membangunkan mereka yang tertunduk. Artinya, ketika keluarga kita mengalami kelelahan, kekecewaan, atau kegagalan, Tuhan tidak berdiri jauh sebagai penonton. Ia hadir, menopang, dan mengangkat kembali.

Namun, Tuhan tidak hanya menghibur kita. Dalam bacaan Zakharia 4, Ia juga mengajarkan bagaimana keluarga dapat bertahan menghadapi tantangan. Bangsa Israel saat itu merasa pembangunan Bait Allah terlalu berat. Melalui nabi Zakharia, Tuhan berfirman, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku.”

Firman ini mengingatkan bahwa keluarga tidak dibangun semata-mata oleh kemampuan, kepintaran, atau kekuatan finansial. Rumah tangga dapat memiliki semua fasilitas, tetapi tanpa penyertaan Roh Tuhan akan mudah goyah. Sebaliknya, keluarga yang sederhana namun terus mengandalkan Tuhan akan memperoleh kekuatan yang melampaui keterbatasannya. Roh Kudus memberi hikmat ketika harus mengambil keputusan, memberi kesabaran saat menghadapi konflik, dan memberi pengharapan ketika jalan terasa buntu.

Lalu, apakah hasil dari hidup yang ditopang oleh kasih Allah dan dipimpin oleh Roh-Nya? Lukas 10 memberikan jawabannya. Yesus bersukacita karena Bapa menyatakan karya keselamatan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Para murid disebut berbahagia bukan karena mereka memiliki kedudukan atau kekayaan, tetapi karena mereka mengenal dan mengalami Kristus.

Di sinilah letak kebahagiaan sejati sebuah keluarga. Sukacita keluarga Kristen tidak bergantung pada keadaan yang selalu baik, melainkan pada keyakinan bahwa Kristus hadir di tengah kehidupan mereka. Ketika Kristus menjadi pusat keluarga, pergumulan tidak selalu hilang, tetapi hati tetap memiliki damai dan pengharapan.

Ada sebuah kisah tentang sebuah pohon besar yang tetap berdiri teguh setelah badai besar melanda. Banyak orang mengira pohon itu kuat karena batangnya yang besar. Namun seorang ahli menjelaskan bahwa kekuatannya justru terletak pada akar yang menghunjam dalam ke tanah sehingga mampu menyerap air dan tetap kokoh diterpa angin.

Demikian pula keluarga Kristen. Ketahanan keluarga bukan terutama ditentukan oleh apa yang tampak dari luar, melainkan oleh akar iman yang tertanam dalam kasih Allah. Ketika keluarga percaya bahwa Tuhan penuh kasih, memilih mengandalkan Roh Kudus daripada kekuatan sendiri, dan menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan, mereka akan tetap berdiri sekalipun badai kehidupan datang silih berganti.

Karena itu, marilah kita membangun keluarga yang setiap hari bersandar kepada Tuhan. Luangkan waktu untuk berdoa bersama, membaca Firman Tuhan, saling menguatkan, dan menyerahkan setiap pergumulan kepada-Nya. Sebab Tuhan yang penuh kasih akan terus menopang, Roh-Nya akan terus menguatkan, dan Kristus akan memenuhi rumah kita dengan sukacita yang tidak dapat diambil oleh keadaan apa pun.

 

Keluarga yang kokoh bukanlah keluarga yang bebas dari persoalan, melainkan keluarga yang setiap hari hidup dalam kasih Allah, dipimpin oleh Roh Kudus, dan bersukacita karena mengenal Kristus.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga membangun pondasi iman bagi setiap anggota keluarganya.

 

NYANYIAN PENUTUP

PKJ 289 – Keluarga Hidup Indah

 

Keluarga hidup indah,
bila Tuhan pemimpinnya.
Dalam suka, dalam duka
kita dalam tanganNya.

 

Reff:
T’rima kasih padaMu, Tuhan,
Kau bimbing kami selamanya.
Segala hormat, puji dan syukur
kami panjatkan kepadaMu.

 

Ya Roh Kudus, bimbing kami,
agar s’lalu bersamaMu.
Ajar kami, tolong kami
mewujudkan kasihMu.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga