Kebebasan Berbicara
Di era kebebasan berbicara setelah masa reformasi tahun 1998, orang bebas berbicara. Menggunakan media apapun; bersuara, media cetak atau media sosial. Dan akibat semua orang bebas berbicara, orang bisa berbicara apa saja. dari segi topik yang dibahas, memandang sesuatu dari berbagai macam sudut, dan masih banyak lagi yang lain.
Tentu era kebebasan berbicara adalah hal yang baik karena setiap orang bisa mengekspresikan dirinya dengan apa yang dikatakan atau ditulis. Satu topik tidak hanya dipandang dari satu sisi yang akhirnya membuat kebenaran tunggal, namun bisa dipandang dari sisi lain, tanpa merasa bahwa yang ini benar dan yang lain salah.
Namun yang seringkali tidak disadari adalah: kebebasan untuk berbicara apa saja menjadikan beberapa diantaranya lepas kontrol.
Sekalipun ini disadari menjadi akibat kebebasan berbicara, namun kontrol atas diri sendiri untuk mengatakan sesuatu, patut dilakukan.
Patut diingat; setiap kebebasan tidak mungkin bebas sebebasnya. Ada batasan kebebasan itu, yaitu kebebasan orang lain. Jika kebebasan itu berbenturan, yang terjadi adalah konflik. Untuk itu setiap orang perlu kontrol diri atas kebebasannya untuk berbicara supaya perkataannya tidak melukai atau menyakiti orang lain.
Sebagai orang beriman kita mengenal salah satu buah roh adalah penguasaan diri (Gal. 5:23). Karena itu di era kebebasan berbicara, ajakan bagi orang beriman adalah tetaplah mempergunakan kesempatan untuk berbicara dengan baik, Menimbang segala sesuatu dengan hikmat Tuhan.
Jadilah pewarta kebenaran dalam hidup yang sudah Tuhan selamatkan. AW

Komentar Anda