Hidup yang Berakar dalam Firman

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

KJ 451 – Bila Yesus Berada di tengah Keluarga

 

Bila Yesus berada di tengah keluarga,
bahagialah kita, bahagialah kita.

 

PEMBACAAN KITAB Mazmur 1

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

PEMBACAAN ALKITAB 

Amsal 24:23–34, Yohanes 5:39–47

 

RENUNGAN

HIDUP YANG BERAKAR DALAM FIRMAN

 

Setiap keluarga tentu berharap dapat bertumbuh menjadi keluarga yang kuat, bijaksana, dan diberkati. Namun keluarga yang kuat tidak dibangun hanya dengan kerja keras, kemampuan, atau pengetahuan. Keluarga yang kuat perlu mempunyai akar yang benar.

Firman Tuhan hari ini menolong kita melihat bahwa kehidupan yang berkenan kepada Tuhan bukan sekadar mengetahui banyak hal tentang firman, tetapi mendengar, mempercayai, dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mazmur 1 berbicara tentang orang yang berakar dalam firman Tuhan.
Amsal 24 mengingatkan bahaya kelalaian dan kemalasan.
Yohanes 5 menegur orang yang rajin menyelidiki Kitab Suci, tetapi tidak sungguh-sungguh datang kepada Kristus. Karena itu, pesan firman bagi keluarga kita adalah: Jangan hanya mengenal firman Tuhan. Hiduplah di dalam firman Tuhan.

 

  1. BERAKAR — Menjadikan Firman Tuhan Dasar Kehidupan

Mazmur 1 menggambarkan orang benar seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.

Pohon itu bertumbuh karena akarnya mendapatkan sumber kehidupan. Demikian juga keluarga.

Keluarga yang kuat bukan keluarga yang tidak pernah mengalami masalah. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang memiliki akar yang dalam. Akar itu adalah hubungan dengan Tuhan dan firman-Nya.

Pemazmur menggambarkan orang yang berbahagia sebagai orang yang tidak mengikuti jalan orang fasik, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam.

Artinya, firman Tuhan bukan hanya dibaca pada hari Minggu. Firman Tuhan menjadi dasar dalam mengambil keputusan, menyelesaikan konflik, mendidik anak, bekerja, menggunakan uang, dan memperlakukan satu sama lain. Pertanyaannya bagi keluarga kita: Apa yang paling banyak membentuk keputusan kita?

Apakah firman Tuhan? Atau emosi? Pendapat orang? Media sosial? Kebiasaan lingkungan?

Keluarga yang berakar dalam firman mungkin tetap menghadapi badai, tetapi tidak mudah tumbang.

 

  1. BERTANGGUNG JAWAB — Jangan Membiarkan Hidup Dikuasai Kelalaian

Amsal 24:23–34 berbicara tentang keadilan, kejujuran, kerja keras, dan bahaya kemalasan.

Ada gambaran tentang ladang seorang pemalas. Ladangnya dipenuhi semak duri. Tanahnya tertutup tanaman liar. Temboknya roboh. Hal itu tidak terjadi dalam satu malam. Kerusakan muncul sedikit demi sedikit karena kelalaian. Ini juga dapat terjadi dalam keluarga. Hubungan jarang rusak hanya karena satu peristiwa besar. Kadang kerusakan dimulai dari hal-hal kecil yang terus dibiarkan: tidak lagi menyediakan waktu untuk berbicara, jarang makan bersama, doa keluarga semakin hilang, komunikasi menjadi kasar, masalah tidak diselesaikan, permintaan maaf terus ditunda. Lalu suatu hari kita terkejut melihat hubungan menjadi jauh. Firman Tuhan mengingatkan: Apa yang tidak kita rawat akan perlahan-lahan rusak. Karena itu keluarga membutuhkan tanggung jawab. Kasih perlu dirawat. Kepercayaan perlu dijaga. Hubungan perlu diperhatikan. Iman perlu dipelihara. Jangan berkata: “Besok saja.” “Kalau ada waktu.” “Nanti kalau keadaan sudah lebih tenang.” Ada hal-hal baik yang perlu dilakukan hari ini.

 

  1. BERTEMU DENGAN KRISTUS — Jangan Berhenti pada Pengetahuan

Yohanes 5:39–47 Yesus berkata kepada orang-orang yang tekun menyelidiki Kitab Suci bahwa Kitab Suci memberi kesaksian tentang Dia. Masalah mereka bukan kurang membaca.

Masalahnya adalah mereka tidak mau datang kepada Yesus untuk memperoleh hidup.

Ini merupakan peringatan penting bagi keluarga Kristen.

Kita dapat rajin membaca Alkitab tetapi tetap sulit mengampuni.

Kita dapat hafal ayat tetapi tetap berkata kasar.

Kita dapat aktif beribadah tetapi tetap menyimpan kesombongan.

Kita dapat tahu banyak tentang Tuhan tetapi belum sungguh-sungguh membiarkan Tuhan mengubah kehidupan kita. Tujuan membaca Alkitab bukan sekadar menambah pengetahuan.

Firman Tuhan membawa kita kepada perjumpaan dengan Kristus.

Ketika kita membaca tentang kasih, kita belajar mengasihi.

Ketika membaca tentang pengampunan, kita belajar mengampuni.

Ketika membaca tentang kerendahan hati, kita belajar mengalahkan ego.

Ketika membaca tentang kesetiaan, kita belajar setia. Firman yang hanya berhenti di kepala menghasilkan pengetahuan. Tetapi firman yang turun ke hati dan diwujudkan dalam tindakan menghasilkan perubahan hidup.

 

Tiga B bagi Keluarga

  1. BERAKAR

Jadikan firman Tuhan sebagai dasar kehidupan keluarga.

Bukan hanya dibaca, tetapi direnungkan dan dilakukan.

  1. BERTANGGUNG JAWAB

Rawatlah apa yang Tuhan percayakan.

Jangan biarkan hubungan keluarga rusak karena kelalaian kecil yang terus dibiarkan.

  1. BERTEMU DENGAN KRISTUS

Setiap kali membaca firman, jangan hanya bertanya: “Apa arti ayat ini?”

Tetapi juga: “Apa yang Tuhan ingin ubah dalam hidup saya melalui firman ini?”

 

Pertanyaan Refleksi Keluarga

  1. Apakah firman Tuhan sungguh menjadi dasar keputusan keluarga kita?
  2. Adakah bagian kehidupan keluarga yang mulai “ditumbuhi semak” karena kurang kita rawat?
  3. Adakah kebiasaan baik yang selama ini terus kita tunda?

 

Setelah membaca firman Tuhan, perubahan apa yang Tuhan ingin kita lakukan?

 

Pesan Firman:

Keluarga yang bertumbuh bukan sekadar keluarga yang banyak mengetahui firman.

Keluarga yang bertumbuh adalah keluarga yang: berakar dalam firman, bertanggung jawab merawat kehidupan,

dan terus datang kepada Kristus untuk diperbarui. Jangan puas hanya menjadi pendengar firman.

Jangan puas hanya menjadi pembaca Alkitab. Biarlah firman Tuhan sungguh menjadi kehidupan kita.

Sebab seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, keluarga yang berakar dalam Tuhan akan terus memperoleh kekuatan untuk bertumbuh dan menghasilkan buah.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

 

NYANYIAN PENUTUP

KJ 451 – Bila Yesus Berada di tengah Keluarga

 

 Bila Yesus berkuasa di tengah keluarga,

pasti kita bahagia, pasti kita bahagia.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga