Harapan di Tengah Reruntuhan
NYANYIAN PEMBUKA
NKB 170 – Jalan Hidup Tak Selalu
Syair: Love’s Rainbow; Flora Kirkland,
Terjemahan: E. L. Pohan,
Lagu: I. H. Meredith
Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat,
namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat.
Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal,
di atasnyalah membusur p’langi kasih yang kekal.
Refrein:
Habis hujan tampak p’langi bagai janji yang teguh,
di balik duka menanti p’langi kasih Tuhanmu.
Jika badai menyerangmu, awan turun menggelap,
carilah di atas awan p’langi kasih yang tetap.
Lihatlah warna-warninya, lambang cinta yang besar,
Tuhan sudah b’ri janjiNya, jangan lagi ‘kau gentar. Refrein:
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
RATAPAN 2:13-17
RENUNGAN
Minggu lalu, saya ada di atas reruntuhan rumah-rumah yang terdampak gempa 7.7 di Flores, NTT. Gempa tersebut terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026, namun sampai hari ini, mereka masih menatap puing-puing bangunan, juga asa. Ada di atas reruntuhan itu, hati ikut pilu dan perih merasakan derita sesama. Bersama dengan Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) menyalurkan bantuan: kebutuhan logistik, pelayanna kesehatan dan trauma healing. Mereka masih menangis, masih menghadapi keadaan yang pilu. Betapapun demikian, mereka tetap harus menghadapinya dan mulai membangkitkan harapan mereka. Ya betul, harapan di tengah reruntuhan. Harap untuk terus melanjutkan hdiup meski minum bantuan. Harap yang dihadirkan oleh tim GKI yang menyalurkan bantuan hasil penggalangan dana dari jemaat-jemaat yang diserahkan ke BPMSW GKI SW Jateng.
Nabi Yeremia menyaksikan secara langsung bagaimana Yerusalem yang dulu menjadi kota yang indah lalu hancur menjadi reruntuhan. Ia menggambarkan besarnya kehancuran itu bagaikan “luasnya laut”. Luas, dalam dan tak terukur oleh pertolongan manusia. Tidak ada pemulihan yang bisa ditawarkan oleh kekuatan dunia. Di sana ada ironi yang menyakitkan. Mereka yang seharusnya menolong – para nabi – justru ikut membuat luka itu tak tersembuhkan. Mereka menawarkan penglihatan yang manis tetapi hampa, dan tidak pernah berani menyingkapkan dosa umat. Akibatnya pemulihan tertunda. Penderitaan menjadi tontonan dan musuh merasa merekalah ang menulis halaman terakhir dari sejarah Yerusalem. Namun di titip paling gelap itu, penulis Ratapan menyebut “TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya,” Ini menjadi kalimat yang menjadi sumber harapan. Reuntuhan Yerusalem bukan kemenangan musuh namun tetap berada di dalam Firman Allah dan juga janji kesetiaan. Jika Allah hadir di dalam reruntuhan, maka sejarah Israel masih ada di dalam tangan Tuhan dan di sana masih ada harapan.
Kehampaan tidak hanya karena reruntuhan bencana gempa atau asap akibat kebakaran hutan. Kehampaan juga hadir pada mereka yang sedang mengalami tekanan ekonomi, di PHK tanpa aba-aba, dan kondisi ketidakadilan. Iman kadang diuji dalam kehampaan tersebut. Kadang masih bertanya “adakah harapan di tengah reruntuhan hidup?” jawabannya,, Tuhan hadir di reruntuhan dan puing-puing hidup itu. Kasih-Nya berkenan merengkuh dalam kerapuhan dan ketidakberdayaan. Memang harapan itu tidak menawarkan janji manis keluar dair penderitaan. Namun harapan di dalam Tuhan menawarkan sesuatu yang lebih kokoh: kejujuran untuk meratap, dan bersama Tuhan akan membangun kembali. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Mendoakan saudara kita di Flores NTT yang sedang mengalami bencana gempa, Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua sehingga kesulitan mendapatkan udara bersih untuk bernafas.
NYANYIAN PENUTUP
TUHAN PASTI SANGGUP
Dipopulerkan: Maria Shandi
Kuatkanlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus selalu menopangmu
Jangan berhenti harap padaNya
Tuhan pasti sanggup
TanganNya takkan terlambat tuk mengangkatmu
Tuhan masih sanggup
Percayalah dia tak tinggalkanmu

Komentar Anda