Diberkati Untuk Menjadi Berkat
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
PKJ 274 – Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu
Pakailah waktu anug’rah Tuhanmu, hidupmu singkat bagaikan kembang.
Mana benda yang kekal dihidupmu? Hanyalah kasih tak akan lekang.
Reff:
Tiada yang baka didalam dunia, s’gala yang indah pun akan lenyap.
Namun kasihmu demi Tuhan Yesus sungguh bernilai dan tinggal tetap.
Jangan menyia-yiakan waktumu, hibur dan tolonglah yang berkeluh.
Biarlah lampumu t’rus bercahaya, muliakanlah Tuhan dihidupmu.
PEMBACAAN KITAB MAZMUR 67
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
Yes. 56: 1-5, Mat. 14: 34-36
RENUNGAN
DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT
Setiap orang tentu ingin menerima berkat Tuhan. Kita berdoa meminta kesehatan, perlindungan, keberhasilan, kecukupan dan kedamaian. Namun, Mazmur 67 mengingatkan bahwa berkat Tuhan tidak berhenti pada diri kita sendiri. Allah memberkati umat-Nya supaya melalui kehidupan mereka, jalan dan keselamatan-Nya dikenal oleh banyak orang. Berkat bukan hanya sesuatu yang kita nikmati, melainkan juga sesuatu yang kita bagikan.
Ketiga bacaan hari ini menunjukkan bahwa kasih Allah melampaui batas suku, bangsa, keadaan sosial, bahkan kelemahan manusia. Allah menghendaki agar semua orang mengalami keselamatan dan pemulihan-Nya.
- MENERIMA berkat Tuhan
Pemazmur memohon: “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita.” Berkat Allah berawal dari kemurahan-Nya, bukan dari kehebatan manusia. Kita hidup, bertumbuh, melayani dan dipelihara karena anugerah Tuhan. Namun, pemazmur tidak berhenti pada permohonan, “Berkatilah kami.” Ia melanjutkan, “Supaya jalan-Mu dikenal di bumi.” Artinya, Tuhan memberkati kita dengan sebuah tujuan. Kita diberi kesehatan agar dapat melayani. Kita diberi kemampuan agar dapat menolong. Kita diberi penghiburan agar dapat menguatkan orang lain. Kita diberi pengampunan agar mampu mengampuni. Berkat yang hanya disimpan dapat membuat kita mementingkan diri sendiri. Namun, berkat yang dibagikan akan membuat nama Tuhan semakin dikenal. Kita diberkati bukan untuk menjadi pusat perhatian, melainkan untuk menjadi jalan agar orang lain mengalami kasih Tuhan.
- MERANGKUL mereka yang tersisih
Dalam Yesaya 56, Tuhan berkata: “Peliharalah keadilan dan lakukanlah kebenaran, sebab keselamatan yang dari pada-Ku sudah dekat.” Tuhan memanggil umat-Nya bukan hanya untuk rajin beribadah, tetapi juga untuk memelihara keadilan dan melakukan kebenaran. Bacaan ini secara khusus menyebut para sida-sida, yaitu orang-orang yang pada masa itu sering merasa tidak memiliki masa depan, keturunan atau tempat penuh di tengah umat. Namun, Tuhan menjanjikan kepada mereka: “Kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama.”
Tuhan tidak melupakan mereka yang dianggap kecil, berbeda atau tidak berarti oleh dunia. Di dalam kasih-Nya, tidak ada seorang pun yang boleh dipandang rendah. Karena itu, orang yang telah menerima berkat Tuhan dipanggil untuk merangkul, bukan menyingkirkan; menerima, bukan menghakimi; membangun, bukan merendahkan. Iman yang sejati terlihat melalui cara kita memperlakukan orang lain, khususnya mereka yang lemah, terluka, berbeda dan sering diabaikan. Rumah Tuhan seharusnya menjadi tempat setiap orang mengalami penerimaan, keadilan dan kasih.
- MENDEKAT kepada Kristus
Ketika Yesus tiba di Genesaret, orang-orang mengenali-Nya. Mereka segera membawa semua orang sakit kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Matius mencatat: “Semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” Orang-orang itu datang dengan kebutuhan, penyakit dan kelemahan masing-masing. Namun, mereka menemukan pengharapan yang sama di dalam Yesus. Mereka tidak hanya mengetahui tentang Yesus. Mereka datang, mendekat dan percaya kepada-Nya. Kita pun mungkin sedang membawa pergumulan: sakit penyakit, masalah keluarga, kegagalan, ketakutan atau ketidakpastian. Firman Tuhan mengajak kita untuk tidak menjauh, melainkan semakin mendekat kepada Kristus. Mendekat kepada Kristus bukan berarti semua persoalan selalu selesai seketika. Namun, di dekat-Nya kita memperoleh kekuatan, pengharapan, damai dan keberanian untuk menjalani kehidupan. Kristus adalah sumber pemulihan kita. Ia tidak menolak orang yang datang kepada-Nya dengan rendah hati dan percaya.
Melalui ketiga bacaan ini, Tuhan mengajak kita menjalani tiga panggilan:
MENERIMA berkat Tuhan dengan rasa syukur.
MERANGKUL sesama dengan keadilan dan kasih.
MENDEKAT kepada Kristus dengan iman.
Jangan hanya berdoa, “Tuhan, berkatilah aku.” Berdoalah juga: “Tuhan, jadikanlah hidupku berkat, supaya melalui perkataan, tindakan dan pelayananku, orang lain mengenal kasih-Mu.”
Berkat Tuhan bukan untuk membangun tembok yang memisahkan kita dari orang lain. Berkat Tuhan diberikan agar kita membuka pintu, mengulurkan tangan dan menghadirkan kasih Kristus bagi semua orang. Kita diberkati untuk menjadi berkat, diterima untuk menerima sesama, dan dipulihkan untuk menghadirkan pemulihan
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga membangun pondasi iman bagi setiap anggota keluarganya.
NYANYIAN PENUTUP
PKJ 274 – Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu
Karya jerihmu demi Tuhan Yesus ‘kan dihargai benar olehNya.
Kasih yang sudah kau taburkan didunia nanti kau tuai di sorga mulia.
Reff:
Tiada yang baka didalam dunia, s’gala yang indah pun akan lenyap.
Namun kasihmu demi Tuhan Yesus sungguh bernilai dan tinggal tetap.

Komentar Anda