Hidup yang Memberkati & Diberkati

Saat Teduh

Nyanyian Umat 

PKJ 2 – Mulia, Mulia NamaNya

Mulia, mulia namaNya.
Bagi Yesus kemuliaan, puji, sembah!
Mulia, kekuasaanNya
Memb’ri berkat bagi jemaat, bersyukurlah!

Pujilah, tinggikanlah Rajamu Yesus.
Dialah selamanya Sang Raja benar!
Mulia, mulia namaNya!
Sang Penebus, Mahakudus, Mahabesar.

Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga

Bacaan 1 = Ulangan 5: 16-22
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)

Pesan yang dapat diambil dari bagian Firman Tuhan berikut ini:

  1. Setengah terakhir dari kesepuluh perintah Allah membahas bagaimana seorang manusia memperlakukan sesamanya.
  2. Firman Allah yang mengatur hubungan manusia satu dengan lainnya harus menjadi standar seseorang yang percaya kepada Allah di dalam kesehariannya di mana pun mereka berada.

Pembacaan Mazmur = Mazmur 93
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)

Bacaan 2 = 1 Petrus 3:8-12

(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)

Renungan

1. Panggilan untuk Memberkati (1 Petrus 3:8–9)

Tantangan terbesar dan paling praktis dari ayat ini adalah: “Bagaimana mungkin kita bisa menaati perintah untuk memberkati orang yang mencaci maki kita?” Ini merupakan salah satu perintah paling sulit yang pernah diajarkan oleh Yesus.

Perintah: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, melainkan sebaliknya, memberkatilah.” Puncak dari panggilan orang percaya ketika menghadapi permusuhan bukanlah sekadar diam atau menahan diri, melainkan aktif memberikan berkat.

Tindakan memberkati ke luar (outward action) hanya dimungkinkan jika terjadi transformasi di dalam hati. Rasul Petrus memberikan lima fondasi karakter:

  • Seia sekata (Unity of mind)
  • Seperasaan (Sympathy)
  • Kasih persaudaraan (Brotherly love)
  • Hati yang penuh kasih mesra (Tender heart)
  • Rendah hati (Humble mind)

Ketika kelima fondasi karakter ini bertumbuh di dalam diri kita melalui pertolongan Kristus, kita tidak akan menjadi pribadi yang penuh kepahitan atau suka membalas dendam. Hati yang lembut dan rendah hati adalah sarana utama untuk melahirkan berkat bagi musuh.

Alasan: “Karena untuk itulah kamu dipanggil.” Kita memberkati orang lain karena Allah sendiri yang terlebih dahulu memanggil kita ke dalam jalan anugerah ini.

Allah memberikan janji bahwa ketaatan kita pada jalan salib ini akan berujung pada berkat kekal, yang menjadi motor penggerak dan kekuatan kita untuk terus mengasihi.

Kunci Menikmati Hidup yang Diberkati (1 Petrus 3:10–12)

Untuk memperkuat dorongan pada ayat 8–9, Rasul Petrus mengutip Mazmur 34. Terdapat kontras yang sangat tegas antara kehidupan yang diberkati Allah (sekarang dan selamanya) dengan kehidupan yang ditentang oleh Allah.

1. Kerinduan Akan Hari-Hari Baik

“Siapa yang mau mencintai hidup dan melihat hari-hari baik…” “Mencintai hidup” di sini berarti menikmati hidup (enjoying life) yang penuh damai dan dijauhkan dari masa-masa yang penuh kehancuran (destructive evil days).

2. Enam Perintah Aktif

Jika kita ingin menikmati hidup di dalam perkenanan Tuhan, kekristenan tidak bisa dijalani secara pasif (hanya menghindari dosa). Ada enam tindakan aktif yang harus diupayakan:

  1. Menjaga lidah dari yang jahat.
  2. Menjaga bibir dari ucapan menipu: Menipu orang lain demi keuntungan pribadi adalah bentuk kejahatan yang sangat bertentangan dengan kasih.
  3. Menjauhi kejahatan.
  4. Melakukan yang baik: Orang percaya harus proaktif melakukan kebaikan dan memperkatakan kebenaran.
  5. Mencari perdamaian.
  6. Berusaha mendapatkannya: Menjadi pembawa damai yang gigih.

3. Janji Berkat vs. Peringatan Tegas

  • Perkenanan Allah: “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka.” Allah senantiasa memperhatikan dan mendengarkan doa orang yang hidup dalam kasih.
  • Penentangan Allah: “Tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.” Ada peringatan nyata bahwa Allah menentang hidup yang penuh dengan tipu daya dan kejahatan.

Oleh karena itu, ketika kita berjuang untuk hidup memberkati musuh, menjaga lidah, dan mengejar damai, kita tidak sedang mencoba membeli perkenanan Allah. Sebaliknya, kita sedang menghormati darah mahal Kristus yang telah mati untuk mengubahkan kita menjadi pribadi yang baru.

Doa Bersama
(Dipimpin seorang anggota keluarga)

Doakan:

Agar setiap anggota keluarga dapat menjadi agen kasih Allah di tengah-tengah dunia dengan bagaimana setiap anggota keluarga memperlakukan satu dengan yang lainnya.

Agar tubuh Kristus (Gereja) dapat menjadi terang dengan aktif membawakan tindakan di tengah-tengah masyarakat, sehingga nama Tuhan dimuliakan.

Agar muncul kerinduan bagi setiap umat Tuhan untuk mempelajari Firman Tuhan dan merenungkannya.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga