NYANYIAN PEMBUKA
https://youtu.be/wPuev5q7SLE?si=KAU2FNQ5pKa7P5Q7
Mazmur 67 dimulai dengan sebuah doa agar Tuhan memberkati umat-Nya. Namun menariknya, pemazmur tidak berhenti pada keinginan untuk menerima berkat. Ia berdoa agar berkat Tuhan membuat bangsa-bangsa mengenal jalan dan keselamatan Tuhan.
Ini mengingatkan kita bahwa berkat Tuhan bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dibagikan.
Sering kali kita berdoa, βTuhan, berkatilah saya, keluarga saya, pekerjaan saya.β Itu tentu bukan sesuatu yang salah. Tetapi Mazmur 67 mengajak kita melangkah lebih jauh: βTuhan, setelah Engkau memberkati saya, pakailah hidup saya supaya orang lain juga mengenal-Mu.β
Berkat itu bisa berupa hal sederhana: waktu yang kita berikan, perhatian kepada seseorang yang kesepian, pertolongan kepada yang membutuhkan, kata-kata yang menguatkan, atau kesediaan mengampuni.
Ketika hidup kita menjadi berkat, orang lain bukan hanya melihat kebaikan kita, tetapi juga dapat melihat kebaikan Tuhan.
Karena itu, mari kita mengingat tiga hal. Pertama, kita diberkati untuk bersyukur. Apa yang Tuhan berikan hanyalah karena anugerah, bukan sepenuhnya karena hebat dan kuat kita.
Kedua, kita diberkati untuk berbagi. Karena sejak awal, Tuhan yang menginisiasi berkat. Maka itu bukan sepenuhnya milik kita. Wajar jika kita juga berbagi, karena itu yang dikehendaki Tuhan. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.
Terakhir, kita diberkati supaya melalui hidup kita, orang lain mengenal Tuhan. Di tengah situasi sulit yang dialami oleh banyak orang, kiranya ada kebaikan Tuhan yang juga bisa dirasakan melalui perbuatan kita. Kiranya Tuhan diingat dan dikenal lewat perilaku kita yang mencerminkan kasih-Nya.
Kiranya hidup kita menjadi seperti doa pemazmur: Tuhan memberkati kita, dan melalui berkat itu, semakin banyak orang mengenal kasih dan keselamatan-Nya.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Tersedianya lapangan pekerjaan yang sesuai zaman.
- Kehidupan orang-orang terkasih selalu ada dalam kasih dan pemeliharaan Tuhan.
- Kondisi bangsa dan negara, serta perdamaian dunia.

Komentar Anda