NYANYIAN PEMBUKA
https://youtu.be/GQZ2k1TkWCA?si=E9N03XlkYAzLGMP1
RENUNGAN
Musa adalah sosok penting dalam sejarah Israel dalam Alkitab. Dialah utusan Tuhan yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Dalam pasal sebelumnya, Musa berjumpa dengan Tuhan dan mendapat mandat untuk menyampaikan firman Tuhan bagi bangsa itu. Namun, Musa sadar diri bahwa dia tidak sanggup melakukannya. Tuhan menolong Musa sehingga dia yakin untuk melakukan kehendak Tuhan. Namun, apalah jadinya jika ternyata Yitro, mertua Musa tidak mengizinkan Musa pergi? Mari kita mengenal lebih dekat sosok Yitro ini.
Dalam pasal 1 dikisahkan bahwa Musa lari ke tanah Midian dan berjumpa dengan anak-anak Yitro (yang juga dikenal dengan nama Rehuel). Musa menikahi Zipora, anak Yitro dan tinggal di sana. Di situlah Tuhan menampakkan diri kepada Musa, ketika Musa menggembalakan kambing domba milik mertuanya di Gunung Horeb, yang disebut gunung Allah (Kel. 3: 1). Sebagai seorang imam dan sebagai orang Midian, yang adalah juga keturunan Abraham (bnd. Kej. 25:2), maka Yitro diyakini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam keluarga Musa terkait keimanan kepada Allah Abraham.
Ketika Musa izin untuk kembali ke Mesir, Yitro tidak melarang atau menghalangi. Dia memberikan izin kepada menantunya untuk pergi. Begitu juga ia mengizinkan anak serta cucunya dibawa ke Mesir. Yitro hadir lagi ketika Musa sudah berhasil membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Yitro memberikan saran dan masukan kepada Musa dalam memimpin bangsa yang besar itu (Kel. 18: 14-23). Apa yang disampaikan Yitro menjadi sistem pemerintahan yang dipakai setelah Yosua meninggal, saat orang Israel belum meminta raja, mereka dipimpin oleh hakim (kisahnya dapat dibaca dalam kitab Hakim-Hakim).
Yitro adalah sosok mertua yang baik. Ia beribadah kepada Allah, mengasihi keluarga, dan menjadi mentor yang baik bagi menantunya, Musa. Apa yang Yitro lakukan perlu dicontoh oleh kita di masa sekarang ini. Yaitu bagaimana menjaga relasi seluruh keluarga tetap dekat dengan Tuhan dan dekat dengan satu sama lain.
Yitro mengizinkan Musa pergi berbakti pada kaumnya. Yitro merelakan anak dan cucunya untuk tidak ada di dekatnya. Namun, ia tetap menjadi sosok yang ramah, bijaksana, dan juga menolong keluarganya yang kesusahan. Yitro menjadi sarana juga bagi Tuhan untuk membebaskan umat Israel. Atas izin dan perkenanan Yitro, Musa bisa melayani Tuhan dan menjadi sosok yang besar dalam sejarah bangsa Israel.
Kiranya sosok Yitro menginspirasi kita untuk mau menjadi perpanjangan tangan Tuhan memberkati orang lain.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Kaum muda yang mau belajar berbagai keterampilan.
- Kehidupan beriman secara pribadi dan keluarga agar tetap setia pada Tuhan.
- Kondisi bangsa dan negara.

Komentar Anda