Saat Teduh
Nyanyian Umat
KJ 450 – HIDUP KITA YANG BENAR
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur.
Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur.
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Biar badai menyerang, biar ombak menyerang,
aku akan bersyukur kepada Tuhanku.
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur,
kar’na Kristus, Penebus, berkurban bagimu!
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga
Pembacaan Mazmur = Mazmur 119:129-136
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 1 = 1 Raja-raja 2:1-4
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 2 = Matius 12:38-42
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)
Renungan
Pesan terakhir Daud kepada Salomo (“Kuatlah dan berlakukah seperti laki-laki!”) menyingkapkan bahwa kekuatan sejati bukanlah ketegasan fisik atau sekadar menaati hukum agama yang kaku demi pengakuan manusia.
Kekuatan sejati adalah keteguhan hati berpegang pada kebenaran dan gaya hidup yang berakar dari pengenalan akan karakter Allah. Namun, sejarah membuktikan bahwa Salomo dan raja-raja setelahnya gagal memenuhi standar ketaatan sempurna ini. Manusia dengan kemampuannya sendiri selalu goyah di bawah beban hukum Tuhan.
Di sisi lain, bacaan Matius ingin menceritakan bahwa memang orang Farisi sangat teliti menjaga penampilan agama, tetapi hati mereka tidak setia. Mereka menuntut tanda ajaib dari langit, padahal “Sesuatu yang lebih besar dari Salomo” dan “Yunus” sedang berdiri tepat di hadapan mereka.
Bangsa kafir seperti orang Niniwe dan Ratu Syeba, bangsa yang rela merendahkan diri, bertobat, dan mencari hikmat, justru akan bangkit menghukum kebanggaan agamawi yang tegar tengkuk dan menolak Sang Kebenaran.
Firman Tuhan mengajarkan kita untuk kembali berpusat pada Yesus Kristus Tuhan kita. Di saat manusia goyah dan gagal taat seperti Salomo, Yesus hadir sebagai Raja yang taat sempurna sampai mati dan tidak pernah gagal. Di saat manusia terjebak kemunafikan, Ia memberikan tanda terbesar: kematian dan kebangkitan-Nya sebagai penebusan dosa.
Maka dari itu marilah kita melepaskan segala topeng kemunafikan dan ketakutan akan kegagalan. Bertobatlah dengan tulus, dan ambillah kekuatan sejati untuk hidup taat yang didorong murni oleh kasih karunia Kristus, bukan demi pamer ketaatan.
Doa Bersama
(Dipimpin secara bergantian antara anggota keluarga)
Doakan agar setiap anggota keluarga dapat rajin bersekutu dan berdoa bersama
Doakan agar jemaat Tuhan di gereja dapat pula rajin bersekutu satu dengan yang lain dan mendoakan satu dengan yang lain.

Komentar Anda