Voice of Christ? How Come?

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

KJ 144 – Suara Yesus Kudengar

 

Suara Yesus kudengar,
“Hai, mari yang penat,
serahkanlah kepada-Ku
bebanmu yang berat.”
Kepada Yesus, Tuhanku,
‘ku datang berserah;
jiwaku yang letih lesu
dibuat-Nya lega.

 

Suara Yesus kudengar,
“Yang haus, datanglah,
dan air hidup Kuberi,
hai mari, minumlah.”
Kepada Yesus, Tuhanku,
‘ku datang berserah;
kudapat Air Alhayat
dan hidup dalam-Nya.

 

Suara Yesus kudengar,
“Akulah Sang Terang.
Lihatlah sinar wajah-Ku:
harimu cemerlang.”
‘Ku datang pada Tuhanku,
Mentari mulia;
seluruh jalan hidupku
cerah bahagia.

 

Bacaan I:  Kidung Agung 8.5-14 

 

Pesan yang penting dalam perikop ini

Siapa pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Menurut satu lirik lagu, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Susah digambarkan, namun, konon nikmat bagi yang mengalaminya.

Akan tetapi bagi yang sudah melanjutkan prosesnya – menikah, lalu berumah tangga – tentu tidak mudah mempertahankannya. Seorang pedagog terkenal bernama Andar Ismail mengatakan bahwa yang justru lebih dibutuhkan adalah bangun cinta. Sebagaimana seorang membangun rumah, upaya membangun cinta juga membutuhkan tenaga, pikiran, dan kerja keras.

Bagian penutup Kidung Agung ini memperlihatkan bagaimana beratnya melewati berbagai kesulitan dalam hubungan antara dua insan yang saling mencintai. Di situ proses menguatkan hubungan terjadi melalui proses, di mana keduanya terlibat. Ia dibangun bukan dengan materi atau harta, melainkan dengan kepercayaan, empati, dan kerinduan memiliki relasi yang utuh.

Sikap yang ditekankan adalah saling menghargai, saling menerima, dan upaya untuk terus mengenali pasangan, betapapun masing-masing merasa sudah saling tahu kepribadian atau kebiasaan pasangannya.

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 144

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Yohanes 11.45-57

 

Pesan melalui perikop       

Setelah Yesus membangkitkan Lazarus, muncul reaksi banyak orang terhadap-Nya. Ada yang jadi lebih percaya terhadap kenabian (dan ketuhanan) Yesus, tapi ada juga yang malah semakin khawatir dengan pengaruh yang bisa ditimbulkan-Nya terhadap masyarakat. Mereka yang termasuk golongan ini adalah ahli Taurat, kaum Farisi, dan pemuka agama (imam kepala) serta pemimpin Romawi.

Masalah utama mereka bukanlah apakah Yesus berasal dari Allah, melainkan ketakutan kehilangan posisi, pengaruh, dan keamanan politik di bawah kekuasaan Romawi. Kekhawatiran mereka membuat mereka merencanakan membunuh Yesus.

Di sini terlihat kedaulatan Allah. Musuh-musuh Yesus sedang merencanakan kejahatan, tetapi Allah memakai peristiwa itu untuk menggenapi rencana keselamatan.                                                         

Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

  • Apakah saya mencari Yesus karena sungguh ingin mengenal-Nya atau hanya karena kebutuhan sesaat?
  • Apakah Saudara merasa kuasa Yesus memengaruhi hidup Saudara saat ini? Bagaimana dampaknya terhadap diri Saudara?

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Apa yang Saudara alami dari keajaiban Tuhan? Percayakah Saudara tiap bagian hidup, termasuk penderitaan, dipakai Tuhan demi kebaikan Saudara?

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

Dalam kaitannya dengan kehidupan berkeluarga, apakah dalam turun naiknya hubungan Saudara dengan pasangan atau anggota keluarga Saudara merasakan kerja Tuhan memulihkan dan menguatkan Saudara?  

 

Doa Bersama

Lihat jurnal doa keluarga

 

Nyanyian Umat

KJ 408– Di Jalanku Ku Diiring

Di jalanku ‘ku diiring
oleh Yesus Tuhanku.
Apakah yang kurang lagi,
jika Dia Panduku?
Diberi damai sorgawi,
asal imanku teguh.
Suka-duka dipakaiNya
untuk kebaikanku;
suka-duka dipakaiNya
untuk kebaikanku.

 

Di jalanku yang berliku
dihiburNya hatiku;
bila tiba pencobaan,
dikuatkan imanku.
Jika aku kehausan
dan langkahku tak tetap,
dari cadas di depanku
datang air yang sedap;
dari cadas di depanku
datang air yang sedap.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga