Tunduk Pada Allah yang Berdaulat
Saat Teduh
Nyanyian Umat
KJ 17 – TUHAN ALLAH HADIR
Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud disini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan.
Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang – malam
“Suci, suci, suci” untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.
Ya Allah, t’rimalah pujian jemaat beserta malaikat.
Kami menanggalkan hasrat sia – sia, keinginan manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.
Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga
Pembacaan Mazmur = Mazmur 8
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 1 = Ayub 38:1-11
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Kita adalah makhluk fana yang sering kali merasa tahu banyak hal, padahal lebih dari 99,99% peristiwa di alam semesta ini sama sekali tidak kita ketahui dan tidak dapat kita selami. Kisah penciptaan bumi dan laut di ayat 4-11 dirancang Tuhan untuk memperlihatkan bahwa kita dikelilingi oleh misteri yang sangat besar, baik di atas, di bawah, maupun di sekeliling kita.
Dalam penderitaan atau saat ekspektasi kita hancur, seberapa sering kita tergoda untuk bersungut-sungut, menyalahkan, atau menuduh Tuhan bertindak tidak masuk akal atau semena-mena? Bagian Firman ini memberikan teguran keras: Sebagai manusia yang bahkan tidak bisa memahami bagaimana bumi dibentuk, kita tidak memiliki hak atau kompetensi sedikit pun untuk “menasihati” Sang Pencipta tentang bagaimana seharusnya Ia mengatur kehidupan kita atau dunia ini.
Tuhan tidak sekadar mengatakan “Aku berkuasa maka Aku berhak melakukan apa saja”. Lebih dari itu, Tuhan ingin menunjukkan bahwa kekuasaan-Nya digunakan dengan tujuan yang berdaulat, penuh hikmat, dan mulia. Jika Tuhan bisa mengatur kerumitan alam semesta, dasar bumi, dan batas-batas lautan yang tak terkendali, bukankah Dia juga memiliki kapasitas dan hikmat yang sempurna untuk memelihara kehidupan kita?
Bacaan 2 = 2 Timotius 1:8-12a
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)
Jika kita sudah sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan memang memiliki hikmat dan kapasitas yang tak terbatas, maukah kita menyaksikannya kepada dunia? Bukan sebuah kebetulan kita menjadi seorang ‘Kristen’ dan percaya kepada Tuhan Yesus, karena sesungguhnya Tuhan telah memilih kita (bukan kita yang memilih-Nya) sebagai murid-murid-Nya untuk menjalankan misi-Nya.
Kita bisa saja tidak dapat memahami kedukaan maupun kesulitan yang menimpa kita karena kita menganut iman kepada Yesus Kristus, tetapi satu hal yang harus kita tanamkan di dalam hati dan pikiran kita adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia ini dan di dalam hidup kita berada di bawah kendali penuh Allah yang mahakuasa dan berhikmat.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar kita tidak tenggelam di dalam kekecewaan meskipun kehidupan kita tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Bagaimanapun arah kehidupan kita dituntun oleh Tuhan, kiranya kita tetap dapat menjalankan kewajiban kita sebagai ‘pemberita’ Yesus Kristus melalui teladan kehidupan kita.
Doa Bersama
(Dipimpin seorang anggota keluarga)
Doakan:
Agar setiap anggota keluarga dapat percaya kepada kuasa Allah yang mengatasi segala hal, termasuk rumah tangga, pekerjaan, sekolah, dan seluruh aspek kehidupan manusia.
Agar lingkungan gereja dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk berkreasi memuliakan nama Tuhan sebagai partisipasi mereka dalam menjalankan misi Allah.
Agar setiap orang yang percaya dapat kembali diingatkan untuk terus kembali kepada Tuhan meskipun mereka mungkin sempat merasa kecewa.

Komentar Anda