Tetap Setia Memuliakan Tuhan
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
Berbahagia tiap rumah tangga, di mana Kaulah Tamu yang tetap:
dan merasakan tiap sukacita tanpa Tuhannya tiadalah lengkap;
di mana hati girang menyambutMu dan memandangMu dengan
berseri; tiap anggota menanti sabdaMu dan taat akan Firman yang Kaub’ri.
PEMBACAAN KITAB
Mazmur 96 : 1 – 9
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
Yesaya 14:3–11, Matius 14:1–12
RENUNGAN
TETAP SETIA MEMULIAKAN TUHAN
Dalam kehidupan keluarga, kita tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Ada saat kita bersukacita, tetapi ada juga saat kita kecewa, takut, kehilangan, atau berhadapan dengan keadaan yang tidak adil.
Firman Tuhan hari ini memperlihatkan tiga suasana yang berbeda.
Mazmur 96 mengajak umat Tuhan untuk menyanyi dan memuliakan Tuhan.
Yesaya 14 berbicara tentang runtuhnya kesombongan dan kekuasaan manusia.
Matius 14 menceritakan keberanian Yohanes Pembaptis yang akhirnya harus membayar mahal karena menyatakan kebenaran.
Ketiga bacaan ini menolong keluarga kita memahami satu hal penting:
Apa pun keadaan kita, Tuhan tetap layak dimuliakan, kebenaran tetap perlu dipegang, dan kesombongan manusia tidak pernah memiliki kata terakhir.
- MEMUJI — Tetap Memuliakan Tuhan dalam Segala Keadaan
Mazmur 96:1–9 mengajak umat: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN.”
Pujian kepada Tuhan bukan hanya dilakukan ketika hidup berjalan sesuai keinginan kita.
Kita memuji Tuhan karena siapa Dia, bukan hanya karena apa yang sedang kita terima.
Pemazmur mengajak umat untuk memberitakan keselamatan Tuhan, kemuliaan-Nya, dan perbuatan-Nya yang ajaib. Bagi keluarga Kristen, ini berarti rumah kita seharusnya menjadi tempat di mana nama Tuhan terus disebut dengan syukur. Bukan berarti keluarga kita tidak boleh menangis. Bukan berarti kita harus berpura-pura kuat. Tetapi di tengah air mata sekalipun, kita masih dapat berkata: “Tuhan tetap baik.”
Ketika pekerjaan belum selesai, kita tetap memuji.
Ketika anak-anak sedang menghadapi pergumulan, kita tetap berdoa.
Ketika kesehatan menurun, kita tetap berharap.
Ketika rencana berubah, kita tetap percaya.
Iman tidak berarti tidak memiliki masalah.
Iman berarti kita tetap mengarahkan hati kepada Tuhan di tengah masalah.
- MERENDAHKAN DIRI — Jangan Membangun Hidup di Atas Kesombongan
Yesaya 14:3–11 menggambarkan runtuhnya seorang penguasa yang sebelumnya begitu kuat.
Apa yang tampaknya besar, tidak terkalahkan, dan penuh kemegahan akhirnya jatuh juga.
Firman ini mengingatkan bahwa kekuatan dan kebanggaan manusia memiliki batas.
Kesombongan sering kali masuk ke dalam keluarga secara halus.
Kita dapat berkata: “Pendapat saya yang paling benar.” “Saya yang paling berjasa.” “Saya lebih tahu daripada kamu.” “Aturan saya harus selalu diikuti.” Ketika kesombongan menguasai hati, hubungan menjadi rusak.
Suami sulit meminta maaf. Istri sulit mendengarkan. Orang tua sulit mengakui kesalahan.
Anak sulit menerima nasihat. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu besar sehingga tidak perlu merendahkan diri di hadapan Tuhan. Keluarga yang kuat bukan keluarga yang masing-masing mempertahankan harga diri. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang berani berkata:
“Saya salah.” “Maafkan saya.” “Saya perlu belajar.” “Mari kita mencari kehendak Tuhan bersama.”
Kerendahan hati menjaga keluarga dari kehancuran yang sering dimulai dari kesombongan.
- MEMEGANG KEBENARAN — Berani Benar meskipun Ada Harga yang Harus Dibayar
Matius 14:1–12 Yohanes Pembaptis menegur Herodes karena hidupnya tidak benar. Ia tidak memilih diam hanya karena Herodes memiliki kuasa. Yohanes memilih menyatakan kebenaran. Akibatnya sangat berat. Ia dipenjarakan dan kemudian dibunuh. Bagian ini menunjukkan bahwa hidup benar tidak selalu mudah.
Kadang-kadang orang yang berkata benar justru ditolak. Orang yang menjaga integritas dianggap terlalu keras.
Orang yang menolak ikut melakukan kesalahan dapat dikucilkan. Namun keluarga Kristen dipanggil untuk mengajarkan bahwa: Benar tetap benar, sekalipun tidak populer. Hal ini sangat penting untuk anak-anak kita.
Jangan hanya mengajarkan mereka supaya pintar. Ajarkan juga mereka supaya jujur.
Jangan hanya berharap mereka berhasil. Ajarkan mereka untuk tetap benar ketika menghadapi tekanan.
Jangan hanya berkata: “Yang penting kamu menang.” Tetapi ajarkan: “Yang penting kamu tetap hidup di dalam kebenaran Tuhan.” Karena keberhasilan tanpa kebenaran dapat menghancurkan kehidupan.
Tiga Sikap bagi Keluarga
- MEMUJI
Tetaplah memuliakan Tuhan. Jangan hanya berbicara tentang masalah di rumah.
Biasakan juga berbicara tentang kebaikan Tuhan. Tanyakan kepada anggota keluarga:
“Hari ini, hal apa yang membuat kita bersyukur?”
- MERENDAHKAN DIRI
Jangan biarkan ego lebih besar daripada kasih. Belajarlah meminta maaf lebih dahulu.
Belajarlah mendengar sebelum membela diri. Belajarlah menerima bahwa kita juga dapat salah.
- MEMEGANG KEBENARAN
Jangan menukar kebenaran demi kenyamanan.
Ajarkan keluarga untuk hidup jujur, adil, dan berintegritas, sekalipun tidak selalu mudah.
Pertanyaan Refleksi Keluarga
- Apakah keluarga kita masih memiliki kebiasaan bersyukur dan memuji Tuhan bersama?
- Dalam hal apa kesombongan sering muncul dalam hubungan keluarga kita?
- Apakah ada kebenaran yang selama ini kita tahu tetapi sulit kita lakukan?
- Apa satu tindakan nyata yang dapat kita lakukan minggu ini untuk hidup lebih benar di hadapan Tuhan?
Pesan Firman
Dunia dapat menawarkan kekuasaan, kebanggaan, dan kenyamanan. Tetapi semuanya tidak kekal.
Yang tetap adalah Tuhan dan kebenaran-Nya. Karena itu:
Ketika keadaan berubah — tetaplah memuji.
Ketika ego muncul — rendahkanlah diri.
Ketika kebenaran diuji — tetaplah setia.
Biarlah keluarga kita dikenal bukan karena selalu hidup mudah, tetapi karena dalam segala keadaan kita tetap berkata: “Kami mau memuliakan Tuhan dan hidup dalam kebenaran-Nya.”
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
NYANYIAN PENUTUP
Berbahagialah rumah yang sepakat hidup sehati dalam kasihMu,
serta tekun mencari hingga dapat damai kekal di dalam sinarMu;
di mana suka-duka ‘kan dibagi; ikatan kasih semakin teguh; diluar
Tuhan tidak ada lagi yang dapat memberi berkat penuh.

Komentar Anda