Taat Mendengarkan Tuhan

NYANYIAN PEMBUKA

https://youtu.be/7jhP4ZESujA?si=YA-03PO6fKxZYpto

 
 
DOA PEMBUKA
 
 
BACAAN ALKITAB           Kolose 2: 16-23
 
 
RENUNGAN

Setiap hari kita mendengar banyak suara yang memberi arahan tentang bagaimana kita harus hidup. Ada tuntutan keluarga, pekerjaan, lingkungan, media sosial, dan berbagai aturan yang dibuat manusia. Di tengah begitu banyak suara itu, sebagai orang percaya kita perlu bertanya: “Suara siapa yang menjadi dasar ketaatan saya?”

Dalam Kolose 2:16-23, Paulus mengingatkan jemaat agar tidak membiarkan diri mereka dihakimi berdasarkan aturan-aturan lahiriah tentang makanan, minuman, hari raya, bulan baru, atau hari Sabat. Persoalannya bukan bahwa aturan itu selalu buruk, tetapi ketika aturan manusia menjadi ukuran utama kerohanian, orang dapat terlihat taat secara lahiriah tetapi kehilangan hubungan yang benar dengan Kristus. Paulus menegaskan bahwa Kristus adalah kepala, dan kehidupan orang percaya harus berakar kepada-Nya.

Karena itu, ketaatan kepada Tuhan dimulai dari mendengarkan Tuhan. Kita tidak dapat menaati kehendak Tuhan jika kita tidak mau mengenal firman-Nya. Namun mendengarkan bukan sekadar mengetahui isi Alkitab. Mendengarkan berarti memberi ruang kepada firman Tuhan untuk mengoreksi, mengarahkan, dan mengubah hidup kita. Ketaatan terlihat ketika firman Tuhan diterjemahkan menjadi pilihan nyata: memilih jujur ketika berbohong lebih mudah, mengampuni ketika kita terluka, mengasihi ketika kita tidak mendapatkan apa-apa, dan melakukan yang benar meskipun tidak ada yang melihat.

Paulus juga mengingatkan bahwa ketaatan bukanlah usaha untuk terlihat lebih rohani daripada orang lain. Kita bisa saja sangat disiplin menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, tetapi hati kita jauh dari Tuhan. Ketaatan yang sejati bukan terutama soal “apa yang dilihat orang”, melainkan tentang apakah hidup kita sungguh tunduk kepada Kristus. Jadi, pertanyaannya bukan hanya, “Apakah saya sudah melakukan banyak hal untuk Tuhan?” tetapi, “Apakah saya mau membiarkan Tuhan menentukan bagaimana saya hidup?”

Karena itu, di hari pertama bulan Oktober ini, marilah kita belajar membangun ketaatan yang berakar pada Kristus. Dengarkan firman-Nya, renungkan, lalu lakukan. Jangan hanya menjadi orang yang tahu apa yang Tuhan perintahkan, tetapi menjadi orang yang bersedia melakukannya.

Sebagaimana tema Bulan Keluarga GKI Serpong 2026, My Family is the Voice of Christ (Keluargaku adalah suara Tuhan) kita mau mendengarkan Tuhan yang membawa kita kepada ketaatan. Kiranya ketaatan kita menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh menempatkan Kristus sebagai Tuhan dalam hidup kita. Amin.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

  • Berdoa bagi semua anggota keluarga untuk selalu bersedia mendengarkan suara Tuhan.
  • Kondisi bangsa dan negara, saudara-saudara yang masih harus berjuang pasca gempa dan kabut asap.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga