Syukur yang Menghidupi Kasih
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
- 450 – Hidup Kita yang Benar
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur.
Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur.
Reff:
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Biar badai menyerang, biar ombak menyerang,
aku akan bersyukur kepada Tuhanku.
Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur,
kar’na Kristus, Penebus, berkurban bagimu!
PEMBACAAN KITAB MAZMUR 116 : 1 – 4, 12 – 19
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
Yes. 25: 6-9; Luk. 14: 12-14
RENUNGAN
“Syukur yang Menghidupi Kasih”
Sering kali kita hanya bersyukur ketika hidup berjalan baik. Tetapi firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat bahwa syukur bukan sekadar kata-kata, melainkan cara hidup yang memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama.
Mazmur 116 memperlihatkan seseorang yang diselamatkan Tuhan lalu merespons dengan syukur. Yesaya 25 menggambarkan Allah yang menyediakan perjamuan keselamatan bagi semua orang. Dan dalam Lukas 14, Yesus mengajar tentang mengundang mereka yang tidak mampu membalas. Ketiga bacaan ini mengajarkan satu hal yang sama: hidup orang percaya harus menjadi hidup yang penuh syukur dan diwujudkan dalam kasih yang nyata.
- Mengingat
Mazmur 116 berkata, “Aku mengasihi Tuhan, sebab Ia mendengar suaraku.” Pemazmur tidak melupakan pertolongan Tuhan. Ia mengingat bagaimana Tuhan menyelamatkan hidupnya.
Syukur selalu dimulai dari mengingat. Mengingat doa yang dijawab, mengingat pertolongan Tuhan di masa sulit dan mengingat kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti.
Ketika kita mengingat, hati kita dipenuhi rasa syukur.
- Mengasihi
Yesaya 25 berbicara tentang Allah yang menyediakan perjamuan bagi semua bangsa. Itu tanda kasih Allah yang besar dan terbuka bagi semua orang.
Dalam Lukas 14, Yesus mengajar agar kita mengundang orang yang tidak mampu membalas: orang miskin, orang lemah, orang yang tersisih. Syukur kepada Tuhan harus terlihat dalam kasih kepada sesama.
Jika kita sungguh bersyukur, kita tidak hanya menerima—kita juga memberi.
- Melayani
Pemazmur berkata, “Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu.” Itu berarti hidupnya dipersembahkan untuk Tuhan.
Melayani bukan hanya di gereja.
Melayani berarti: menolong tanpa pamrih, berbagi tanpa menunggu balasan dan menjadi berkat bagi orang lain
Syukur yang sejati selalu berbuah pelayanan.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak hanya berkata “terima kasih Tuhan”, tetapi hidup dalam syukur setiap hari.
Mari kita belajar: mengingat kebaikan Tuhan, hidup dalam mengasihi, dan setia melayani.
Karena orang yang hidup dalam syukur tidak hanya diberkati—tetapi juga menjadi berkat bagi banyak orang.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang mengasihi dan bersedia mengampuni.
NYANYIAN PENUTUP
- 450 – Hidup Kita yang Benar
Bertekun bersyukurlah hingga suaraNya kaudengar:
“Sungguh indah anakKu, ungkapan syukurmu.”
Reff:
Dalam susah pun senang; dalam segala hal
Aku bermazmur dan ucap syukur; itu kehendakNya!
Tuhan Yesus, tolonglah, sempurnakan syukurku.
Roh Kudus berkuasalah di dalam hidupku!

Komentar Anda