Suluh-suluh....Sudah Terlihat Bersinarkah?

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

NKB 17 – Agunglah Kasih Allahku

 

Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;
Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.
Kar’na kasih-Nya agunglah, Sang Putra menjelma,
Dia mencari yang sesat dan diampuni-Nya.

O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umat-Nya.

 

Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,
andaikan ranting kalamnya dan insan pun pujangganya,
takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia
dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.

 

 

Bacaan I: Imamat 16.1-5, 20-28

Pesan yang penting dalam perikop ini

Imamat berisikan aturan-aturan yang dibuat kaum imam berkaitan dengan kehidupan di Bait Suci. Bagian ini memperlihatkan bagaimana Allah yang kudus menyediakan jalan bagi umat-Nya yang berdosa untuk diperdamaikan dengan-Nya.

Allah merupakan sosok yang kudus, dan Dia tidak berkenan terhadap ketidakkudusan. Ini yang ditekankan-Nya kepada umat-Nya. Akan tetapi umat-Nya tak bisa menyangkali bahwa mereka berdosa. Ini yang harus disikapi secara jelas (dan konkret) dalam hidup sehari-hari, yakni dengan mempersembahkan korban. Hal inilah yang diatur dalam pasal ini. Hewan korban mati dipersembahkan demi menggantikan manusia berdosa.

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 119.65-72

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Matius 21.18-22

Pesan melalui perikop       

Cerita tentang Yesus mengutuk pohon ara sebetulnya merupakan ungkapan simbolis, yang mengarah kepada umat Israel, yang adalah bangsa pilihan Tuhan. Pohon Ara dilambangkan sebagai pohon yang memiliki banyak daun serta penampilan yang menjanjikan, namun tidak ada buahnya. Hal ini mengarah pada kehidupan spiritual Umat Israel, yang sangat aktif dalam ritual keagamaan, ditampilkan sebagai sosok yang tampak saleh dari luar, namun tidak menghasilkan buah pertobatan dan ketaatan. Dengan kata lain, pohon ara itu menjadi gambaran kehidupan rohani yang hanya memiliki penampilan baik tanpa isi.

                   

Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

Apakah kita menampilkan sosok pohon yang berdaun lebat, tapi tidak berbuah? Hal ini bisa tergambar dari ciri seperti ini:

  • Rajin ibadah tetapi tidak mengasihi sesama.
  • Aktif melayani tetapi tidak hidup kudus.
  • Memiliki pengetahuan Alkitab tetapi tidak taat

 

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Apakah kita berdoa dengan penuh keyakinan dan kesungguhan?

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

  • Adakah gejala-gejala seperti ini dalam hidup kita:
  • Pertobatan.
  • Ketaatan.
  • Kasih.
  • Keadilan.
  • Kerendahan hati.
  • Karakter yang mencerminkan Allah

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa sebagai berikut:

  • Tuhan menambah jumlah pelayan di gereja, sehingga kita tidak perlu khawatir, dan berujung pada semakin semangatnya kita melayani di bidang yang menjadi tugas kita

 

Nyanyian Umat

NKB 212 – Sungguh Inginkah Engkau Lakukan

Sungguh inginkah engkau lakukan hal besar?
Jangan tunggu tiba saatnya.
Kini tugasmu kerjakan dengan baik benar.
Jadilah suluh dunia!

Jadilah suluh dunia!
Jadilah suluh dunia!
Mungkin ada yang terhibur kar’na sinarnya.
Jadilah suluh dunia!

 

‘Kau pun dapat mengenyahkan awan yang gelap
bagi hati susah dan resah.
‘Kan dirasakannya penghiburan yang sedap.
Jadilah suluh dunia!

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga