Sego Kucing

Selamat pagi.
Siapa menanam akan menuai.
Tanam yang baik, engkau menanam yang baik.
Menyusuri jalanan di Yogyakarta, entah pagi, siang atau malam, selalu ada warung atau angkringan yang menjual bungkusan kecil, baik yang berupa kertas pembungkus makanan, atau kertas koran di luar, dan di dalamnya daun pisang.
Bungkusan kecil itu sering disebut dengan “sego kucing” (nasi kucing). Penamaan ini diberikan karena porsi yang kecil/ sedikit, seperti memberi makan kucing.
Sego kucing isinya nasi dengan lauk di atasnya. Lauk bisa berupa sepotong (kecil) bandeng dengan sambel, orek tempe, usus ayam, dan masih banyak lagi.
Sego kucing adalah penyelamat kala mahasiswa masih menanti (waktu itu) wesel atau kiriman uang dari rumah di akhir bulan. Kala uang masih pas-pasan di akhir bulan sebelum kiriman datang. Bertahan dengan sego kucing untuk mengganjal perut.
Kenangan masa lalu membawa kita mengingat apa yang pernah terjadi kala itu. Namun jangan kembali ke masa itu. Cukuplah menjadi kenangan dan belajar darinya tentang perjuangan.
Sego kucing Yogya, 15 Juli 2026 pukul 7.11 WIB.

Komentar Anda