Perubahan

Selamat pagi.
Ada yang tidak bisa mendengar, namanya tuli.
Ada yang tak mau mendengar, namanya bebal.
Berjalan lagi di sepanjang pertokoan Malioboro membawa kenangan tentang waktu lampau. Kenangan kala trotoar masih penuh dengan pedagang berbagai macam jenis oleh-oleh. Kenangan kala orang masih berdesak-desakan berjalan melaluinya, atau yang mesti bersinggungan karena sempitnya jalan karena berpapasan.
Trotoar yang kini diperlebar itu kini sepi. Tak ada lagi pedagang yang dengan lantang menawarkan dagangannya; kaos, souvenir atau berbagai kenang-kenangan Jogja lainnya. Tak ada hiruk pikuk orang tawar menawar dagangan. Yang ada hanya orang yang berjalan santai menikmati sejuknya pagi hari di sepanjang jalan.
Berjalan kembali di trotoar Malioboro bagai kembali ke waktu lampau, namun juga mengingat hari ini. Malioboro sudah mulai berubah; tertata rapi, ramah bagi pejalan kaki dan memberi pengalaman baru menikmati Malioboro.
Malioboro sudah berbenah. Menjadi lebih baik bagi siapa saja yang mau menikmatinya; baik bagi mereka yang pernah mempunyai kenangan, atau yang baru mengenal Jogja.
Foto jalan pagi 14 Juli 2026 pukul 6.15 WIB.

Komentar Anda