Perpaduan Budaya

Selamat pagi.
Semua yang baik, lakukanlah.
Semua yang buruk, buanglah.
Makanan khas Solo ini merupakan duplikasi dari makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang Eropa, khususnya Belanda, namanya selat.
Selat (slatje) merupakan perpaduan makanan yang terdiri selada, wortel, tomat, buncis, kentang, dan daging sapi (bisa juga diganti lidah sapi).
Selat sendiri merupakan perpaduan antara budaya Jawa yang menyukai makanan dengan rasa manis, dan orang Eropa yang menyukai daging sapi. Dalam rangka menghidangkan makanan yang tidak terlalu asing buat tamu-tamu Eropa di Keraton Surakarta, dan tidak asing juga bagi lidah Jawa yang menyukai manis, diciptakanlah bistik.
Perpaduan budaya yang bertemu di piring menjadikan Solo kaya dengan perpaduan budaya dalam sepiring makanan.
Perpaduan yang pas menjadi bagian yang harus diusahakan dalam kehidupan yang beragam. Kesadaran bahwa setiap pribadi, kelompok mempunyai ke-khas-an sendiri, menjadikan setiap mereka saling menghargai, dan saling menerima. Dalam keragaman Indonesia, tidakkah ini patut diusahakan?
Foto Selat Solo, 18 April 2026.

Komentar Anda