Pengorbanan Tuhan yang Berdampak Baik Bagi Kita
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
NKB 2 “Hai Mari Sembah“
Pengasuhan-Mu betapa megah;
udara dan t’rang menyatakannya,
embun bertetesan dan hujan sejuk,
lembah maupun bukit cermin kasih-Mu!
Ya Mahabesar, kekal kasih-Mu;
malaikat memb’ri pujian merdu,
pun kami makhluk-Mu kecil dan lemah,
mengangkat pujian serta menyembah.
Bacaan I: Yeremia 23.1-8
Pesan yang penting dalam perikop ini
Allah menyatakan sikapnya sebagai gembala yang bertanggung jawab terhadap domba-domba-Nya. Ia menanggung seluruh kehidupan domba-Nya dan memelihara mereka dalam kedamaian. Kita Adalah kawanan domba gembalaan-Nya. Maukah kita tetap berada dalam penggembalaan Allah?
Doa Pembuka
Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 100
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
- Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
- Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
- Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Matius 20.17-28
Pesan melalui perikop
Yesus memberitahukan bahwa Ia akan mengalami kematian. Dalam prosesnya, Ia menghadapi beragam siksaan. Tentu itu semua tak mengenakkan. Yesus menjalaninya bukan karena ingin menjadi pahlawan, yang namanya terkenal dan dielu-elukan orang banyak.
Berbeda dengan manusia, yang ingin dikenal dan memperoleh perhatian, seperti yang diperlihatkan ibu anak-anak Zebedeus. Ia meminta agar Yesus memberikan kedudukan penting dalam Kerajaan-Nya kepada anak-anaknya, padahal Kerajaan Yesus jauh berbeda dengan yang dibayangkan oleh sang ibu.
Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
- Apa yang akan kita lakukan jika kita tahu bahwa kita akan mengalami hal yang tak mengenakkan? Seperti Yesus, yang sudah tahu tentang penganiayaan yang akan menimpa diri-Nya?
- Apa yang kita harapkan didapat dengan mengikut Yesus? Dalam hening, coba sebutkan satu persatu keinginan kita…
Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
- Bayangkan kita berada pada posisi Yesus yang akan menderita: bagaimana perasaan kita?
- Jika kita sedang bersiap berkorban demi kebaikan orang lain (katakanlah si A), lalu si A malah meminta kita memberikan keuntungan kepadanya – entah berupa kekayaan, jabatan, atau hal-hal lain – bagaimana penilaian kita terhadapnya?
Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
- Yesus hadir di dunia untuk melayani dan menebus manusia; apakah kita terpanggil mengikuti jejak-Nya?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:
- Agar pelayan menjalani tugasnya dengan hikmat, bukan sekadar menjalankan aturan atau kebijakan gereja semata
Nyanyian Umat
NKB 84 ”Kub’rikan Bagimu, Tubuhku, Darahku”
‘Ku sudah disesah, tersiksa dan pedih,
supaya hilanglah dosamu yang keji.
‘Ku pikul salib bagimu; apakah balasmu?
‘Ku pikul salib bagimu; apakah balasmu?
Dan dari rumahKu, ‘Ku bawa bagimu
kes’lamatan penuh, ampunan, kasihKu.
Bagimu ‘Ku b’ri kurnia; apakah balasmu?
Bagimu ‘Ku b’ri kurnia; apakah balasmu?

Komentar Anda