Pelayanan Pendamaian
NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 244 – SEJENAK AKU MENOLEH
Syair dan lagu: Pontas Purba, 1991
Sejenak aku menoleh
pada jalan yang t’lah kutempuh.
Kasih Tuhan kuperoleh,
membuatku tertegun.
Jalan itu penuh liku,
kadang-kadang tanpa t’rang.
Tapi Tuhan membimbingku
hingga aku tercengang.
Kasih Tuhan membimbingku
dan hatiku pun tenang.
Bukan kar’na aku baik
dipegangNya tanganku erat.
Bukan pula orang laik,
hingga aku didekap.
O, betapa aku heran,
dilimpahkan yang terbaik.
Dengan apa kunyatakan
kasih Tuhan yang ajaib?
Kulakukan, kusebarkan
kasih Tuhan yang ajaib.
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
2 Korintus 5:17-21
RENUNGAN
Pada salah satu bencana badai terjadilah jembatan yang hancur dan memisahkan dua wilayah terisolasi – menghentikan komunikasi, dan melumuhkan kehidupan. Namun, akan menjadi lega dan bersukacita masyarakat ketika jembatan itu kembali dibangun, menghubungkan kembali apa yang sempat terpisah.
Dalam kehidupan nyata, “jembatan putus” sering kali mewujud dalam bentuk hubungan yang retak – entah karena pertikaian dalam keluarga, perselisihan dengan sahabat atau konflik di tempat kerja. Lebih dalam dan mendasar lagi, dosa pernah menghancurkan jembatan hubungan antara manusia dengan Allah Sang Pencipta. Kita terisolasi secara spiritual. Namun, berita baiknya adalah: Allah berinisiatif untuk terus menghubungkan jembatan yang rusak.
Paulus menyampaikan surat kepada jemaat di Korintus tentang pemulihan di tengah keretakan dan perselisihan dalam tubuh jemaat. Ia menyampaikan bahwa dasar pemulihan itu “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah Kristus.” Berdamai dengan Tuhan bukan sekadar perbaikan perilaku, melainkan sebuah transformasi identitas secara total. Masa lalu kita yang diwarnai pemberontakan telah berlalu, dan lembaran baru sepenuhnya dibuka oleh anugerah-Nya. Namun keselamatan ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah garis awal. Ay. 18 menegaskan bahwa Allah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus, kini telah mempercayakan pendamaian itu kepada kami. Ini menjadi panggilan hidup orang percaya.
Paulus menggunakan istilah “utusan-utusan Kristus”. Sebagai seorang utusan atau duta besar, ktia mewakili sebuah Kerajaan yang jauh lebih tinggi. Seorang duta besar di dunia nyata tidak berbicara atas dasar opini pribadinya, melainkan menyuarakan kebijakan dan kehendak dari Kepala negaranya. Kehendak Allah sangat jelas: Ia rindu agar dunia yang terlihat ini kembali berdamai dengan Allah.
Menjadi pelayanan pendamaian adalah sebuah hak istimewa sekaligus tanggung jawab. Dunia sekitar kita penuh dengan perpecahan, kebencian, dan egoisme. Hari ini mari kita periksa kembali arah hidup kita: apakah kehadiran kita sudah menjadi jembatan yang membawa orang lain lebih dekat kepada kasih Tuhan? Ataukah kita justru sedang membangun tembok pemisah melalui perkataan dan sikap kita yang menghakimi?
Jadilah utusan Kristus yang setia. Bawalah damai di tengah keluarga yang sedang tegang, di tempat kerja yang penuh intrik dan lingkungan masyarakat kita. Ingatlah selalu bahwa kita adalah ciptaan baru, yang diutus secara khusus untuk membawa karya pendamaian Allah kepada dunia yang sangat membutuhkan-Nya. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Mendoakan saudara kita di Flores NTT yang sedang mengalami bencana gempa, Kalimantan yang masih mengalami kebakaran hutan.
NYANYIAN PENUTUP
PKJ 267 – DAMAI DI DUNIA
Syair dan lagu: Let There be Peace, Jill Jackson & Sy Miller,
Terjemahan: A. Simanjuntak, 1999
Damai di dunia dan kitalah dutanya.
Damai sejahtera, amalkanlah maknanya,
Allah, Bapa kita, kita anakNya,
rukun bersaudara penuh bahagia.
Damai di dunia dan inilah saatnya.
Ucapkan ikrarmu, jalankan perintahNya,
setiap kata dan karya kita memuji namaNya.
Damai di dunia, kini dan selamanya.
Kini dan selamanya.

Komentar Anda