Merdeka!

Selamat pagi.
Sudahkah engkau merdeka?
Orang yang merdeka keluar dari hati, dan tak menuntun orang lain.
Hari ini diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Delapan puluh satu tahun yang lalu, Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Itu adalah titik pernyataan. Dan sebelumnya di berbagai macam tempat, orang-orang angkat senjata demi merebut kemerdekaan. Dan sesudah 17 Agustus 1945, di berbagai daerah juga dipertahankan kemerdekaan. Berjuang bertaruh nyawa.
Kini, delapan puluh satu tahun, apakah kemerdekaan itu bermakna? Belanda memang pergi, Jepang memang tak ada lagi.
Namun, adakah kemerdekaan itu milik seluruh bangsa? Ataukah setiap orang harus berjuang sendiri untuk mengharapkan sesuap nasi bagi mulut-mulut terngangga dan perut yang lapar?
Peringatan kemerdekaan bukan tentang panjat pinang, lomba balap karung, atau maen gaple. Kemerdekaan haruslah fokus kepada: apakah setiap orang dari bangsa ini sudah merdeka? Mampu berdiri di atas kaki sendiri? Bukan hanya sebagian orang yang karena kuasanya mampu meraih semua mimpi dengan mempermainkan hukum, korupsi, kolusi, nepotisme.
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Berilah makna “Merdeka” untuk semua bagian dari bangsa ini.



Komentar Anda