Masa

Selamat pagi.
Hidupmu adalah perjalananmu.
Jalani dengan yakin, ke mana arah jalanmu.

Jika pernah menggunakan barang-barang ini, usia orang itu telah beranjak tua. Itulah kata-kata yang seringkali dikatakan ketika melihat rak di Omah Mbah Wie.

Jadul, jaman dulu; itu sebutannya. Barang lama seperti teka-teki silang, radio, tape recorder, kendi, set peralatan minum teh tanah liat, mesin ketik, kaleng biscuit Khong Guan (isi rengginang?), sandal dari kayu memperlihatkan barang-barang yang dianggap sudah kuno. Barang yang dipakai di jaman yang lalu, yang mungkin sudah tidak dipergunakan lagi, dan hanya menjadi hiasan di salah satu pojok warung.

Semua memang ada masanya. Barang-barang itu pernah menjadi barang baru pada masanya, namun kini dirasa sudah kuno.

Mesin ketik menjadi barang baru untuk zaman orang masih menulis namun menjadi kuno untuk pengguna komputer dan laptop.

Ada yang merupakan kenangan, ada yang dimanfaatkan masa kini, ada yang masih nanti dipergunakan. Semua ada masanya. Begitu pula manusia. Yang pernah muda lambat lahun menua, diganti dengan yang muda. Itulah hukum alam.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Sapaan Pendeta