Mahkota Kehidupan Menanti
Saat Teduh
Nyanyian Umat
PKJ 138 – SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA
SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Refrein:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.
Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga
Pembacaan Mazmur = Mazmur 6
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 1 = Yeremia 26:1-12
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 2 = Wahyu 2:8-11
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)
Renungan
Di dalam menjalankan kehidupan ini, terutama saat kita berusaha hidup benar dan memegang teguh iman, seringkali dunia justru memberikan perlawanan yang keras. Bacaan Firman Tuhan hari ini memanggil kita untuk memandang jauh melampaui penderitaan sementara yang ada di depan mata kita.
Dalam Mazmur 6, kita melihat bagaimana Raja Daud mengalami penderitaan fisik dan batin yang luar biasa. Bebannya begitu berat sampai-sampai ia meratap dan tempat tidurnya basah oleh air mata setiap malam. Namun, di tengah penderitaannya, Daud tidak menyerah pada keputusasaan. Sebaliknya, ia dengan penuh keyakinan mendeklarasikan imannya kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan mendengar tangisannya dan kasih setia-Nya tidak pernah gagal. Hal ini mengajarkan kita bahwa penderitaan dan air mata tidak seharusnya meruntuhkan iman kita, melainkan menjadi pendorong agar kita berseru lebih sungguh-sungguh kepada-Nya.
Sikap keteguhan yang pantang mundur juga ditunjukkan oleh Nabi Yeremia. Dalam Yeremia 26:1-12, ia diutus Tuhan untuk menyampaikan teguran Allah secara langsung di Bait Suci. Karena firman yang keras itu, Yeremia ditangkap dan diancam dengan hukuman mati oleh para imam, nabi palsu, dan rakyat banyak. Tetapi Yeremia sama sekali tidak gentar, mundur, atau berkompromi mengubah pesan Tuhan demi menyelamatkan nyawanya. Bagi Yeremia, jauh lebih penting untuk hidup setia dan taat kepada Allah daripada mencari perkenanan atau rasa aman dari sesama manusia. Keberanian luar biasa ini muncul karena ia sadar penuh bahwa hidup dan matinya berada di tangan Tuhan.
Lalu di perjanjian baru, ketakutan akan penderitaan dan maut juga sangat nyata menaungi jemaat di Smirna, sebuah jemaat yang miskin secara materi dan mengalami penganiayaan yang hebat. Namun, Yesus Kristus, Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan bangkit mengalahkan maut, datang memberikan pesan penghiburan: “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita… Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
Tuhan tahu benar apa yang mereka alami. Yesus mengingatkan mereka (dan kita semua) bahwa segala kesusahan kita di dunia ini memiliki batas waktu yang telah Tuhan tetapkan, penderitaan tidak akan berlangsung selama-lamanya. Lebih dari itu, para penindas atau masalah kita bukanlah penentu akhir hidup kita, sebab Kristuslah sang Hakim Agung yang memegang kendali terakhir dan memiliki otoritas abadi.
Maka dari itu, apa pun tantangan, masalah, ujian, penolakan, dan ketakutan yang tengah mengepung hidup Anda hari ini tidak bisa menjadi alasan untuk kita gentar dan menyerah. Kita perlu menjaga diri kita agar kita tidak berkompromi terhadap dosa hanya karena tekanan, himpitan ekonomi, atau ancaman dari orang lain.
Jangan biarkan rasa takut kepada dunia memadamkan rasa takut dan hormat kita kepada Allah. Ingatlah selalu bahwa ketika kita berhasil bertahan hidup di dalam kesetiaan penuh kepada-Nya, karena Juruselamat kita telah bersedia menanti kita di surga dengan senyuman kebanggaan. Saat Ia menyematkan Mahkota Kehidupan di kepala kita, kita akan menyadari bahwa seluruh penderitaan, tangisan, dan rasa sakit kita di dunia ini sangatlah tidak sebanding dalam mencapai kemuliaan kekal tersebut.
Doa Bersama
(Dipimpin secara bergantian antara anggota keluarga)
Doakan agar setiap anggota keluarga dapat melihat mahkota kehidupan sebagai pengharapan di tengah-tengah kesulitan
Doakan agar jemaat Tuhan memahami lingkungan di mana mereka berada dan menjadi terang teladan bagi orang-orang lain.

Komentar Anda