Kuat Bersama-Nya
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
Roh Kudus, Turunlah
(KJ 233 : 1-2)
Roh Kudus, turunlah dan tinggal dalam hatiku,
dengan cahaya kasihMu terangi jalanku!
ApiMulah pembakar jiwaku,
sehingga hidupku memuliakan Tuhanku.
Bagaikan surya pagi menyegarkan dunia,
kuasaMu membangkitkan jiwa layu dan lemah.
Curahkanlah berkat karunia;
Jadikan hidupku padaMu saja berserah!
Pembacaan Mazmur 104: 24-34, 35b
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Yoel 2: 18-29
Perjanjian Baru : Roma 8: 18-24
Renungan
Pernahkah Anda merasa hidup seperti “tanah kering”? Doa terasa berat, masa depan kabur, hati terluka, dan rasanya tidak ada yang berubah. Atau mungkin Anda sedang berada di fase “mengerang”: lelah bertahan, lelah menunggu jawaban atas pergumulan yang tak kunjung usai. Dua bagian firman Tuhan yang kita baca hari bicara tepat dalam kondisi seperti ini.
Yoel 2 menggambarkan Israel yang hancur. Ladang mereka gersang, persembahan terhenti, dan musuh merajalela. Tetapi ketika umat bertobat, Tuhan tidak hanya memulihkan tanah dan lumbung mereka. Lebih dari itu, Tuhan berjanji mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, baik kepada yang tua, muda, maupun hamba merdeka. Artinya bahwa Tuhan tidak hanya memulihkan jasmani mereka. Tuhan hendak melakukan pemulihan yang menyeluruh dalam hidup umat-Nya. Allah ingin memenuhi hati kita dengan diri-Nya sendiri. Sebab Tuhan menyadari bahwa setelah perut kenyang, manusia tetap butuh Roh Kudus untuk benar-benar hidup.
Namun jangan salah sangka. Roma 8 mengingatkan bahwa pemulihan penuh belum tiba. Paulus berkata jujur: kita sendiri yang sudah menerima Roh Kudus masih mengerang, sama seperti ciptaan yang menanti pembebasan dari kebinasaan. Kunci penting yang harus selalu kita ingat bahwa Roh Kudus tidak datang untuk menghapus penderitaan secara ajaib, tetapi untuk menemani kita di dalamnya. Roh Kudus adalah “buah sulung”. Di tengah tanah kering, Dia menjadi air hidup. Di tengah keluhan yang tak terucap, Dia menjadi doa yang menyelaraskan hati kita dengan kehendak Bapa.
Lalu, bagaimana kita harus bersikap terhadap-Nya?
Pertama, jangan kabur dari kekeringanmu. Justru di sanalah Roh ingin berkarya. Kedua, belajarlah untuk tetap kuat dan berjuang menghadapi setiap penderitaan yang harus kamu tanggung karena kamu taat kepada-Nya. Ketiga, sadarilah setiap sentuhan damai, setiap kekuatan kecil untuk percaya, itu adalah pekerjaan Roh. Itu bukti bahwa Tuhan tidak meninggalkanmu. Hidup bersama Roh Kudus bukan hidup tanpa masalah, tetapi hidup yang tidak sendirian dalam masalah. Jika hari ini hatimu kering dan jiwamu mengeluh, jangan takut. Justru di sana, Roh Kudus sedang berbisik: “Anak-Ku, Aku bersamamu. Dan kemuliaan yang akan datang, tidak sebanding dengan sakitmu saat ini.” Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar pemerintah memperhatikan guru-guru yang mengabdi di daerah 3 T (terdepan, terluar, dan tertinggal) agar mereka mengalami kehidupan yang sejahtera.
Nyanyian Penutup
Roh Kudus, Kuatkanlah Kami
(PKJ 97:1-2)
Roh Kudus, kuatkanlah kami jadi saksi,
Saksi Tuhan dalam dunia.
Roh Kudus, kobarkanlah api kuasaMu
dalam hati kami yang berdosa.
Roh Kudus, kuatkanlah kami jadi saksi,
ditempat yang penuh rasa benci.
Roh Kudus, hiburlah setiap hati sedih
dan berilah damai sejahtera.

Komentar Anda