Ketika Kata Terbatas, Roh Kudus Berdoa

NYANYIAN PEMBUKA
KJ 026 – MAMPIRLAH, DENGAR DOAKU
Syair: Pass Me Not, O Gentle Saviour, Fanny J. Crosby, 1868
Terjemahan: E. L. Pohan, 1975
Lagu: William Howard Doane, 1870
 
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus.
Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
Refrein:
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
 
Di hadapan takhta rahmat aku menyembah,
tunduk dalam penyesalan. Tuhan, tolonglah! Refrein:

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

ROMA 8:26-27

 

RENUNGAN

Seorang Ibu duduk di lorong ruang tunggu ICU Rumah Sakit. Anaknya yang masih dua tahun terbaring lemah dengan selang dan berbagai alat medis menempel di tubuhnya. Nafas buah hatinya tersengal-sengal layu. Lorong itu menjadi tempat tergelap seperti lembah kekelaman. Bibir Sang Ibu bergetar berbisik, namun lebih banyak air mata mengalir. Tak lagi mampu berkata-kata, hanya tangis dan harap yang tersisa. Ibu tidak tahu bahwa pada saat itulah – dalam ketidakberdayaannya, ia sedang hidup dalam realitas bahwa ada satu Pribadi yang sedang mengambil alih rasa sakit yang terlalu dalam untuk diucapkan dan mengubahnya menjadi doa kepada Sang Bapa. Pribadi itu adalah Roh Kudus – ketika kata-kata kita habis, Roh Kudus berdoa untuk kita.

Paulus mengatakan kepada jemaat Roma: “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Paulus menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan kognitif dan linguistik dalam menghadapi duka. Kata-kata yang miskin, bahasa yang terbatas, nalar yang sepi. Namun Roh Kudus mengisi setiap celah ketidakberdayaan itu dengan doa yang melebihi dimensi bahasa. Suara dan doa Roh Kudus adalah suara yang melampui bahasa manusia – suara yang dipahami oleh Allah.

Ketika kita berdoa dalam kesedihan dan luka yang mendalam, kita tidak perlu khawatir bagaimana menyampaikan dalam doa atau kata-kata yang tidak sempurna. Roh Kudus memahami dan menolong kita. Ia mempercakapkan pertanyaan, kebingungan dan keterbatasan kita dengan sempurna kepada Allah Bapa. Kita tidak sendirian dalam kebingunan itu. Yang penting adalah doa kita tulus dan dalam kerendahan hati pada Tuhan. Kita percaya bahwa Roh Kudus berbicara melalui kesunyian dalam kata-kata kita. Ia memahami bahasa doa yang paling manusiawi – keheningan yang penuh harap. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Gereja yang peduli kesehatan masyarakat sekitar
  • Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera
     

NYANYIAN PENUTUP
KJ 364 – BERSERAH KEPADA YESUS
Syair: All to Jesus I Surrender / I Surrender All, Judson W. van Deventer, 1896,
Terjemahan: Yamuger, 1975,
Lagu: Winfield S. Weeden, 1896
 
Berserah kepada Yesus tubuh, roh, dan jiwaku;
kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.
Refrein:
Aku berserah, aku berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!
 
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anakMu! Refrein:
 
Berserah kepada Yesus aku jadi milikMu.
B’rilah RohMu meyakinkan bahwa Kau pun milikku! Refrein:

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga