Keras

Selamat pagi.
Jika jalanmu tidak selalu mulus, itulah perjalanan.
Berbagai peristiwa mendewasakanmu.

Batu itu keras. Tidak mudah untuk dibelah, apalagi dihancurkan. Kalaupun bisa dibelah atau dihancurkan, harus menggunakan palu besar, dan dipukul berulang kali, atau diledakkan dengan bahan peledak. Karena kerasnya batu, ia dipakai untuk menjadi pondasi yang kuat dan kokoh. Ia menjadi benteng untuk melindungi kota.

Namun dari apa yang keras bisa muncul kehidupan. Dari dalam batu yang keras tumbuh pohon kecil; bertumbuh dan terus bertumbuh.

Hati yang keras dengan apa dilembutkan? Bukankah dengan kegigihan untuk menghadirkan kelembutan? Dengan kelembutan, hati yang keras akan luluh. Dengan ketekunan, apa yang ditolak oleh hati yang keras akan dipahami dan diterima.

Kegigihan menjadikan yang keras tumbuh tanaman. Ketekunan menjadikan hati yang keras menjadi lembut.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Sapaan Pendeta