Kemurahan Allah

NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 049 – KASIHANILAH AKU
Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999,
Berdasarkan Mazmur 51:3-5, 6b
 
Kasihanilah Aku, Tuhan, menurut kasih setiaMu
dan hapuslah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar.
 
Bersihkan diriku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku, Tuhan, tahirkanlah dari dosaku.
 
Sebab sekarang kusadari segala pelanggaranku.
Senantiasa ‘ku bergumul dengan dosaku terhadapMu.
 
Engkau, ya Tuhan, mahaadil di dalam keputusanMu,
sehingga aku Kau sucikan menurut kasih setiaMu.

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

ROMA 9:14-29

 

RENUNGAN

Seorang anak kecil berdiri di depan etalase toko mainan. Ia memandangi sebuah mainan impiannya yang harganya jauh melebihi isi tabungannya. Ia sadar, bahwa tabungannya tidak pernah sanggup untuk membelinya. Tiba-tiba pemilik toko keluar, tersenyum dan memberikan mainan itu secara cuma-Cuma. Anak itu mengalami kemurahan hati dari sang pemilik toko. Kehidupan manuisa sering kali terjebak dalam cara pandang transaksi. Kita merasa berhak diberkati karena sudah hidup dalam kesalehan atau sebaliknya merasa tidak diberkati ketika jatuh dan berbuat salah. Tuhan dan kebenarannya memberikan kasih serta keselamatan bukan berdasarkan perbuatan dan usaha manusia melainkan kemurahan Allah.

Dalam Roma 9:14-29 – Paulus menjawab tuduhan keras “Apakah Allah tidak adil?” secara manusiawi, pilihan Allah atas Yakub ketimbang Esau atau kerasnya hati Firaun membingungkan logika kita. Paulus meluruskan pandangan tersebut. Pertama, Allah memiliki kedaulatan mutlak atas dunia. Keadilan murni berarti memberikan hukuman atas dosa-dosa manusia. Jika Allah bertindak atas dasar keadilan semata, tidak ada satu pun yang selamat. Namun ketika Allah menyelamatkan, itu adalah kemurahan atau anugerah Allah yang berdaulat. Keselamatan tidak ditentukan oleh seberapa besar usaha kita melainkan karena belas kasih Allah.

Kedua, Paulus memberikan gambaran Allah sebagai Tukang Periuk dan manusia sebagai tanah liat. Bisakah tanah liat menuntut pembentuknya? Tentu tidak. Yang menarik, Allah menunjukkan kesabaran bukan murka kepada manusia. Bahkan tidak terbatas pada orang Yahudi saja, namun juga menjangkau bangsa-bangsa lain juga.

Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh dengan kemurahan. Kita sebagai manusia berdosa berkenan mendapatkan belas kasih dan anugerah keselamatan. Bukankah ini kemurahan hati Allah? Jika kita mengamini dan mengimaninya, maka kita akan merespon untuk hidup sebagai orang-orang yang merawat keselamatan itu dengan ketaatan, tidak menjadi sombong, menghapus keputusasaan dan menjadi saluran belas kasih Allah bagi sesama.

Kemurahan-Nya bukan untuk direspon hidup sembarangan, melainkan alasan untuk hidup dalam rasa syukur yang melimpah. Mari melangkah hari ini dengan sukacita dan hidup menyebarkan kasih dan kemurahan bagi banyak orang yang tidak cukup punya kemampuan untuk hidup layak. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Mendoakan mereka yang dalam kesulitan dan kelaparan, mereka yang berjuang namun masih hidup dalam tekanan.

 

NYANYIAN PENUTUP
NKB 207:1,3 “TAAT, SETIA, BERTEKAD YANG BULAT”

 
Taat, setia, bertekad yang bulat,
itulah janji Tuhan padamu.
Di bawah panji yang mulia berdaulat,
kami ‘kan angkat perang bagimu.
Refrein:
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Kristuslah Raja serta Penebus!
 
Taat, setia, teguh bersekutu
dengan Engkau, ya Pemimpin besar.
Kar’na penuh kasih sayang padaMu
kami sedikit pun tidak gentar.
 
Taat, setia, ya Raja abadi,
pimpinlah kami berjuang terus.
Tundukkanlah kehendak hati kami,
buat di sana takhtaMu kudus. *Refrein

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga