Kemuliaan Tuhan Yesus

Saat Teduh

Nyanyian Umat 

PKJ 138 – SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA

SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara, 
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.

Refrein:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas. 

Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga

Pembacaan Mazmur = Mazmur 99

(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)

Bacaan 1 = 1 Raja-raja 8:54-65
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)

Salomo menyadari bahwa berkat dan kehadiran Tuhan atas Israel memiliki tujuan universal. Ia berdoa agar melalui umat-Nya, seluruh bangsa di bumi dapat melihat dan mengetahui bahwa Tuhan adalah satu-satunya Allah yang sejati dan tidak ada yang lain. Setiap umat Allah saat ini juga harus memiliki beban misi global ini, di mana kita peduli dengan kemuliaan Tuhan agar dikenal oleh seluruh dunia.    

Bacaan 2 = Yohanes 3: 31-36

(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)

 

Renungan

Di dalam kehidupan kita, seorang pelayan Tuhan harus meredup agar Kristus semakin dimuliakan. Dalam ayat 31-36, Yohanes Pembaptis memberikan beberapa alasan mengapa Yesus jauh lebih unggul dari siapa pun di bumi:

Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa semua manusia (termasuk dirinya sendiri) berasal dari bumi dan memiliki keterbatasan manusiawi. Sebaliknya, Yesus adalah satu-satunya pribadi yang turun dari surga. Fakta ini membedakan Kristus dari seluruh umat manusia dan menegaskan keilahian-Nya.

Manusia harus diajari oleh orang lain untuk mengetahui sesuatu, tetapi Yesus bersaksi tentang apa yang secara pribadi Ia lihat dan dengar di surga bersama Allah Bapa. Ia memiliki kemahatahuan karena Ia mengalaminya secara langsung di kekekalan.

Kebenaran Allah terikat pada pengakuan terhadap Kristus. Allah Bapa sendiri telah bersaksi bahwa Yesus adalah Anak-Nya. Oleh karena itu, Anda tidak bisa mengklaim percaya kepada Allah yang benar jika Anda menolak Kristus. Menolak Kristus sama dengan menyebut Allah sebagai pembohong.

Yohanes Pembaptis memang dipenuhi Roh Kudus sejak dalam kandungan, tetapi ia hanya menerima dalam porsi (ukuran) tertentu. Sebaliknya, Allah mengaruniakan Roh Kudus kepada Yesus “tanpa batas.” Ini menunjukkan kepenuhan keilahian-Nya, di mana Ia setara dengan Bapa dan Roh Kudus.

Karena Allah Bapa mengasihi Sang Anak, Ia telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya. Seluruh penciptaan, penebusan, dan penghakiman berada di bawah otoritas Yesus Kristus secara mutlak.

Di akhir kesaksiannya, Yohanes Pembaptis memberikan sebuah undangan Injil yang sangat tegas: Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal. Barangsiapa tidak taat (menolak percaya) kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Meskipun pada akhirnya Yohanes Pembaptis dibunuh oleh Herodes dan kematiannya tampak tragis di mata dunia, pelayanannya telah selesai dan sukacitanya penuh karena ia telah berhasil membesarkan nama Kristus dan merendahkan dirinya sendiri. Dengan demikian, kita sebagai umat Allah di masa kini seharusnya tidak mencoba untuk meninggikan diri kita sendiri di dalam kehidupan kita, kiranya seluruh kehidupan yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita digunakan untuk membesarkan nama-Nya.

 

Doa Bersama
(Dipimpin seorang anggota keluarga)

Doakan:

Agar setiap anggota keluarga dapat saling bekerjasama di dalam membawa kemuliaan bagi nama Tuhan melalui perilaku sehari-hari.

Kesediaan diri untuk bekerjasama dalam pelayanan di gereja.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga