Kelemahan Jadi Kekuatan
NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 040 – KASIHANILAH AKU YANG LEMAH
Syair dan lagu: Helene Salamate Joseph
Kasihanilah aku yang lemah, ya Tuhan Mahakuasa.
Hapuskan semua kesalahanku, b’rilah anugerah.
Oleh kasih dan kuasaMu kurasakan damaiMu.
Aku tahu Kau s’lalu dekat padaku, limpahkan rahmatMu.
Kini aku sadari dosaku dan s’gala kekuranganku.
Namun kasihMu tetap padaku, sucikan diriku.
Kuserahkan s’luruh hidupku pada Tuhan yang benar.
Hatiku selalu bersyukur, bergemar, dan berbahagia.
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
1 KORINTUS 1:18-31
RENUNGAN
Mungkin.. Anda sering menganggap bahwa hal yang besar dan hebat hanya bisa dilakukan oleh orang yang hebat juga. Ketika kegagalan merobohkan kepercayaan diri dan keterbatasan membuat Anda merasa kerdil, timbul keraguan: mungkinkah pribadi yang kecil dan lemah ini layak dipakai Tuhan? Tenang.. Anda berada di tempat yang tepat. Tuhan mampu membuat orang yang tidak cukup punya kemampuan dan menjadikannya orang yang dapat dipakai Tuhan.
Paulus menegaskan sebuah paradoks iman kepada jemaat di Korintus “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia” (Ay, 25). Paulus menyampaikan hal ini di tengah tantangan bahwa salib adalah simbol kekalahan dan bukan kemenangan. Situasi Korintus adalah kota metropolitan, pusat filsafat. Di sana, orang dihormati karena kecerdasan argumentasinya, kekayaannya, dan pengaruh sosialnya. Lalu datanglah Injil membawa berita tentang seorang Guru yang disalibkan seperti penjahat. Bagi orang Yunani ini adalah kebodohan. Bagi orang Yahudi ini adalah batu sandungan. Namun, di titik yang paling memalukan itulah, Allah menyatakan hikmat dan kuasa-Nya yang paling dalam. Salib bukan kegagalan rencana Allah. Salib adalah karya keselamatan dari Allah.
Tuhan ingin kita memahami bahwa cara pandang Tuhan tidak pernah dibatasi oleh logika dunia yang serta kompetitif. Di mata dunia, kemenangan diukur dari seberapa kuat kita berdiri di puncak, namun di mata Tuhan, kemenangan sering kali dimulai saat kita mengakui keterbatasan. Lalu, menjadi ruang besar kasih karunia Allah masuk dalam kehidupan dan memampukan menjadi alat-Nya. Berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan mulai bersandar sepenuhnya pada anugerah Tuhan. Jangan biarkan rasa tidak percaya diri atau kegagalan masa lalu menghentikan langkah untuk telribat pada karya Kristus. Kita berdiri tegak bukan karena kehebatan diri sendiri namun Tuhan yang memilih dan memampukan. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Membangun memberdayakan masyarakat
- Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera
NYANYIAN PENUTUP
HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
Pdt. Wilhelmus Latumahina
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Komentar Anda