Kecil Tapi Tidak Kecil Lho!
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
“Bapa, Kudatang Pada-Mu”
Bapa kudatang pada-Mu
naikkan ucapan syukur
atas kasih anugrah-Mu
yang indah setiap hari
Pagi hari, siang hari
sore dan malam hari
tak hentinya mengucap syukur
atas kebaikan-Mu
Bacaan I: Amsal 1.1–7; 20-33
Pesan yang penting dalam perikop ini
Apa gunanya hikmat? Ia dapat menolong kita menghindari hal-hal yang merusak hidup, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Contohnya, jika ia hendak berkata-kata, tanpa hikmat, ucapannya bisa membuat orang lain hidupnya terganggu. Misalnya, ketika seseorang berkunjung ke rumah orang lain lalu bertanya, “Wah, rumahnya ternyata kecil ya?“ padahal tidak bermaksud meremehkan sang tuan rumah. Bisa saja sang tuan rumah besoknya berpikir bahwa rumahnya kecil, padahal sebelumnya ia merasa rumahnya cukup besar. Repot gak tuh?
Lalu, bagaimana hikmat didapat? Penulis Amsal menyatakan bahwa hikmat berasal dari Tuhan. Jika kita mau memperolehnya, maka rumusnya adalah “Takut akan Tuhan“ (ayat 7), yang artinya sebelum berkata-kata dan berpikir, ingatlah dulu apakah yang disampaikan berkenan kepada Tuhan atau tidak.
Doa Pembuka
Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 119.121-128
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
- Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
- Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
- Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Markus 4.30-34
Pesan melalui perikop
Bagaikan biji sesawi yang kecil namun bisa membesar, bahkan melebihi buah lain, Kerajaan Allah juga diawali dari sesuatu yang kecil. Bisa saja itu berupa perkataan, atau perbuatan sederhana yang memberi dampak besar bagi orang lain.
Bunda Teresa pernah berujar, “Tidak perlu kecil hati jika tidak bisa berbuat sesuatu yang besar. Segala sesuatu yang kita lakukan, betapapun kecil, akan bernilai jika dikerjakan dengan cinta yang besar.”
Hal itu dapat diartikan jika kita ingin memasuki Kerajaan Allah, kuncinya adalah selalu menyiapkan hati yang tulus dan jujur ketika melakukan segala sesuatu. Sebagaimana nasehat Paulus, “Apapun juga yang kamu lakukan, perbuatlah itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3.23)
Dengan bersikap demikian, kita menanamkan pengaruh yang menyentuh hati orang lain, dan akhirnya dapat meluas sehingga orang lain dapat melakukannya. Itulah gejala atau tanda meluasnya Kerajaan Allah. Diawali dari hati kita (seorang), kemudian dirasakan oleh hati (banyak) orang lain.
Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
- Apakah kita, terkadang atau sering, meremehkan hal kecil? Misalnya, kata-kata yang kita ucapkan kepada orang lain?
- Sadarkah kita bahwa dari perbuatan sederhana, kita dapat memberi dampak pada hidup ini?
Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
- Apakah kita pernah merasa tersentuh oleh ujaran atau kata-kata orang lain yang disampaikan kepada kita? Atau, ucapan terhadap orang lain yang membuat hati kita terharu mendengarnya?
- Pernahkah kita bercermin, apakah yang kita katakan atau lakukan, sekecil atau sesederhana apapun, berpotensi melukai perasaan orang lain?
Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
- Apakah sebelum berkata atau bertindak, kita memikirkan terlebih dahulu apakah itu baik di mata Tuhan atau tidak?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa sebagai berikut:
- Pelayan di bidang kesaksian dan pelayanan diperlukan. Kiranya semakin hari jumlahnya semakin bertambah dan menolong lebih banyak orang menghadapi hidupnya
Nyanyian Umat
NKB 212 – Sungguh Inginkah Engkau Lakukan
- Sungguh inginkah engkau lakukan hal besar?
Jangan tunggu tiba saatnya.
Kini tugasmu kerjakan dengan baik benar.
Jadilah suluh dunia!
Jadilah suluh dunia!
Jadilah suluh dunia!
Mungkin ada yang terhibur kar’na sinarnya.
Jadilah suluh dunia!
- ‘Kau pun dapat mengenyahkan awan yang gelap
bagi hati susah dan resah.
‘Kan dirasakannya penghiburan yang sedap.
Jadilah suluh dunia!
- Tiap talentamu pasti ada artinya
bila mencerminkan kasih-Nya.
Barang yang kecil pun sungguh ada gunanya.
Jadilah suluh dunia!
Wahai insan, datanglah! Mari sambut kasih-Nya
ingat akan janji-Nya: Kasih besar!
Yesus t’lah memanggilmu, simak suara-Nya merdu
dan serahkan hatimu, Kasih besar!

Komentar Anda