Kecil di Hadapan Semesta, Berharga di Hadapan Allah

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

KJ.64 – Bila Kulihat Bintang Gemerlapan

 

Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar,
ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

 

Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,
‘ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 8

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

 

PEMBACAAN ALKITAB 

Ayb. 38: 22-38, Yoh. 14: 15-17

 

RENUNGAN

“Kecil di Hadapan Semesta, Berharga di Hadapan Allah”

 

Saat kita memandang langit, bintang, hujan, awan, dan seluruh ciptaan, kita sadar bahwa manusia sangat kecil. Namun Mazmur 8 mengingatkan: sekalipun manusia kecil, Allah tetap mengingat dan memperhatikannya.

Ayub 38 menunjukkan bahwa Allah berdaulat atas alam semesta. Ia mengatur salju, hujan, petir, awan, dan bintang-bintang. Semua berada dalam kendali-Nya. Yohanes 14 menegaskan bahwa Allah yang Mahabesar itu tidak jauh dari kita. Ia memberi Roh Kudus sebagai Penolong yang menyertai hidup kita.

 

Tiga poin penting yang menjadi perenungan:

  1.   Kagum kepada Allah
    Mazmur 8 mengajak keluarga melihat kebesaran Tuhan melalui ciptaan. Alam semesta bukan hanya indah, tetapi menjadi tanda kemuliaan Allah.
  2.   Rendah hati di hadapan Allah
    Ayub 38 mengingatkan bahwa manusia tidak menguasai segalanya. Banyak hal tidak kita pahami, tetapi Allah mengetahui dan mengaturnya.
  3.   Taat karena dikasihi Allah
    Yohanes 14:15 berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Ketaatan bukan beban, melainkan jawaban kasih kepada Tuhan yang memberi Roh Kudus sebagai Penolong.

 

Hari ini keluarga diajak untuk:

  • belajar mengagumi Tuhan melalui ciptaan-Nya,
  • tidak sombong ketika berhasil, dan tidak putus asa ketika tidak mengerti semua hal,
  • meminta pertolongan Roh Kudus agar mampu hidup taat, sabar, jujur, dan saling mengasihi di rumah.

Marilah kita berseru: “Tuhan yang Mahabesar, kami bersyukur karena Engkau menciptakan alam

semesta dengan indah dan teratur. Ajarlah kami rendah hati, tidak merasa paling tahu, dan selalu 

percaya kepada-Mu. Kiranya Roh Kudus menolong keluarga kami untuk hidup taat, saling mengasihi, 

dan memuliakan nama-Mu setiap hari.”

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang mengasihi dan bersedia mengampuni

 

NYANYIAN PENUTUP

KJ.64 – Bila Kulihat Bintang Gemerlapan

 

Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar,
kar’na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga