Karunia Untuk Kepentingan Bersama
NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 277 – SEKALIPUN DIRIKU DAPAT BERKATA-KATA
Syair dan lagu: Arnoldus Isaak Apituley, 1999, berdasarkan 1 Korintus 13:1-3
Sekalipun diriku dapat berkata-kata
dengan semua bahasa,
bahasa manusia dan bahasa malaikat,
ataupun yang lainnya,
tapi jika aku tak mempunyai kasih,
aku serupa gong yang menggema
dan canang yang gemerincing.
Sekalipun diriku memiliki karunia,
karunia bernubuat,
sekalipun diriku punya iman sempurna
untuk pindahkan gunung,
tapi jika aku tak mempunyai kasih,
tiada berguna lagi diriku,
tiada berguna diriku.
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
1 KORINTUS 12:4-13
RENUNGAN
Tidak tidak bisa membayangkan sebuah orkestra musik yang semua pemainnya hanya meniup terompet dan dengan nada yang sama semua. Atau kesebelasan sepak bola yang semua pemainnya adalah penjaga gawang. Tentu saja, melodi yang indah tidak akan tercipta dan pertandingan sepak bola tidak akan menjadi menarik ditonton. Keindahan sebuah orkestra musik justru lahir karena ada alunan biola, tiupan terompet, ketukan drum serta instrumen musik lain yang saling memperlengkapi. Begitu pula dengan kehidupan kita sebagai orang percaya. Tuhan tidak menciptakan kita seragam, melainkan beragam. Keberagaman ini bukanlah pemicu perpecahan, melainkan sebuah desain agung dari Allah agar kita bisa saling melengkapi melalui karunia-karunia yang Tuhan percayakan.
Jemaat Korintus menghadapi situasi di mana umat saling menyombongkan karunia yang mereka miliki. Menanggapi kekacauan itu, Paulus menegaskan hal yang penting “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh” Ay. 4. Ia ingin menyadarkan jemaat bahwa sumber dari segala karunia itu adalah Roh Kudus yang sama. Tidak ada karunia yang lebih tinggi atau lebih rendah, karena semua berasal dan dipercayakan dari Allah yang satu. Paulus juga menasihatkan “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” ay. 7. Karunia adalah alat kerja yang Tuhan percayakan untuk kepentingan bersama yaitu membangun jemaat-Nya. Melalui metafora tubuh di ayat 12-13, Paulus menjelaskan bahwa kita semua adalah anggota-anggota berbeda yang dibaptis menjadi satu tubuh Kristus.
Di era digital yang serba kompetitif, kita seringkali terjebak dalam budaya membanding-bandingkan. Di dalam gereja atau komunitas lain, gesekan sering terjadi karena ada rasa superioritas (merasa paling berjasa) atau inferioritas (merasa tidak berguna dan tidak punya kemampuan).
Mari kita refleksikan bersama: Apa karunia yang Tuhan berikan kepada Saudara?
Mungkin itu adalah kemampuan untuk mendengar dengan sabar; keahlian untuk mengajar; bakat memasak; kelancaran berbicara atau posisi strategis di pekerjaan. Semua adalah karunia. Pertanyaannya bagi kita “Bagaimana karunia saya ini bisa menolong dan memberkati orang di sekitar saya?”. Ketika menggunakan kemampuan kita untuk meringankan beban sesama, menghibur yang berduka, atau mengorganisasi pelayanan dengan jujur, saat itulah kita sedang menggenapi fungsi kita sebagai anggota tubuh Kristus. Ketika setiap anggota tubuh berfungsi dengan baik, maka nama Tuhan saya yang dipermuliakan. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Membangun terlibat mengatasi kesulitan masyarakat.
- Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera
NYANYIAN PENUTUP
HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
Pdt. Wilhelmus Latumahina
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Komentar Anda