Jejak Kebesaran dan Keadilan Allah
Saat Teduh
Nyanyian Umat
PKJ 138 – SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA
SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Refrein:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.
Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga
Pembacaan Mazmur = Mazmur 65:9-13
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 1 = Yesaya 48:1-5
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 2 = Roma 2:12-16
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)
Renungan
Allah menyatakan kasih pemeliharaan, kebesaran, dan kemuliaan-Nya kepada seluruh umat manusia melalui keindahan ciptaan-Nya. Sebagaimana digambarkan dalam Mazmur 65:9-13, Tuhan memelihara bumi dengan mengairinya, memperkaya tanahnya, mengisi sungai-sungai, serta memberkati pertumbuhan tanaman dari padang rumput hingga lembah-lembah sehingga alam seolah-olah bersorak-sorai. Walaupun realitas dunia saat ini masih penuh dengan badai, keindahan ciptaan ini tidak hanya menjadi alasan bagi manusia untuk senantiasa memuja kemuliaan-Nya, tetapi juga menjadi gambaran sekilas akan kemuliaan tempat kekekalan yang jauh lebih abadi, di mana segala dukacita akan lenyap seutuhnya.
Keagungan serta kemutlakan diri Allah sebagai Tuhan yang tidak tertandingi dibuktikan secara nyata melalui kendali penuh-Nya atas alur sejarah dan waktu. Berdasarkan Yesaya 48:5, nubuat-nubuat firman Tuhan yang akurat mengenai masa depan, seperti prediksi bangkitnya penguasa Persia yang membebaskan bangsa-Nya berabad-abad sebelum kejadian tersebut terjadi, menjadi bukti kepastian bahwa Ia adalah Allah yang mahatahu dan tidak terikat oleh waktu. Penggenapan nubuat ini menegaskan bahwa tidak ada berhala di dunia ini yang mampu memberitahukan masa depan, sekaligus memberikan ketenangan iman bagi orang percaya untuk menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan.
Penyataan Allah yang nyata dalam alam dan firman-Nya membuat setiap manusia bertanggung jawab atas kehidupan mereka di hadapan pengadilan Tuhan yang adil. Seperti yang ditegaskan dalam Roma 2:12-16, baik mereka yang menerima hukum Tuhan secara tertulis maupun yang tidak, sama-sama akan dihakimi; sebab bagi yang belum membaca Alkitab pun, hukum moral Tuhan telah tertulis di dalam hati dan hati nurani mereka yang menjadi saksi untuk membedakan antara yang benar dan salah (Roma 2:14-15). Pada akhirnya, Tuhan tidak hanya menilai pengetahuan di dalam kepala atau status agama seseorang, melainkan akan menghakimi hingga ke segala motif serta rahasia hati manusia melalui Kristus Yesus (Roma 2:16), sehingga harapan keselamatan tidak dapat disandarkan pada perbuatan melainkan hanya pada iman sejati yang menghasilkan buah perbuatan dan ketaatan kepada firman-Nya (Roma 2:13).
Doa Bersama
(Dipimpin secara bergantian antara anggota keluarga)
Doakan agar generasi muda Kristen dapat berkreasi di dalam lingkup gereja.
Doakan agar jemaat Tuhan di gereja dapat menerima perbedaan pendapat antar generasi sebagai satu tubuh Kristus.

Komentar Anda