Jangan Menolak Kristus
Saat Teduh
Nyanyian Umat
PKJ 242 – Seindah Siang Disinari Terang
Seindah siang disinari terang
cara Tuhan mengasihiku;
seindah petang dengan angin sejuk
cara Tuhan mengasihiku.
Tuhanku lembut dan penyayang
dan aku mengasihi Dia.
KasihNya besar; agung dan mulia
cara Tuhan mengasihiku.
Sedalamnya laut seluas angkasa
cara Tuhan mengasihiku;
seharum kembang yang tetap semerbak
cara Tuhan mengasihiku.
DamaiNya tetap besertaku;
dan sorgalah pengharapanku.
Hidupku tent’ram; kunikmati penuh
cara Tuhan mengasihiku.
Bacaan 1 = Keluaran 13: 17-22
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)
Pesan yang dapat diambil dari perikop ini:
- Jalan yang berputar atas hikmat Allah (17-18)
- Kesetiaan pada Janji (19)
- Penyertaan Tuhan yang Nyata dan Terus-Menerus (20-22)
Ketika Tuhan membebaskan, Tuhan tidak melepaskan umat-Nya begitu saja, Ia tetap menunjukkan kesetiaan-Nya yang penuh dalam memimpin, menyertai, dan melindungi umat-Nya dari bahaya yang tidak terlihat mulai dari siang maupun malam.
Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 102: 1-17
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 2 = Kisah Para Rasul 7: 17-40
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Teks ini merupakan bagian dari pidato pembelaan Stefanus di hadapan Mahkamah Agama (Sanhedrin). Pada rentang ayat 17 hingga 40, Stefanus secara khusus menyoroti sejarah tokoh Musa untuk menunjukkan sebuah pola historis: bangsa Israel selalu menolak pemimpin dan penyelamat yang diutus oleh Allah.
Stefanus memberikan penekanan yang sangat tajam: Musa yang tadinya ditolak oleh bangsanya (di ayat 35), justru adalah orang yang diutus Allah menjadi pemimpin dan penyelamat. Musa memimpin mereka keluar dengan berbagai mukjizat di Mesir, di Laut Merah, dan di padang gurun selama 40 tahun. Musa jugalah yang menerima firman kehidupan (Taurat) untuk disampaikan kepada umat, dan menubuatkan akan datangnya seseorang (yang merujuk kepada Yesus).
Meskipun Musa telah dipakai Tuhan sedemikian rupa, nenek moyang Israel tetap menolak untuk taat. Hati mereka “kembali ke Mesir”. Saat Musa sedang berada di atas gunung, mereka mendesak Harun untuk membuatkan mereka allah (berhala anak lembu emas) untuk berjalan di depan mereka.
Sebagaimana para Pemuka Agama Israel yang mendengar pidato pembelaan Stefanus menolak Yesus Kristus seperti orang Israel terhadap Musa. Jangan sampai kita pun juga menolak Yesus di masa sekarang. Penolakan kita kepada-Nya mungkin tidak secara terang-terangan, namun kita bisa saja jatuh ke dalam lubang di mana kita menolak Yesus dengan mengutamakan rencana Kita dan meragukan rencana-Nya.
Maka dari itu, bukannya menolak Kristus, kita harusnya menerima-Nya bukan hanya di dalam perkataan kita, tetapi juga melalui hari kita yang dicerminkan melalui perbuatan kita.
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga
Doakan:
- Agar umat senantiasa diingatkan bahwa Tuhan menyertai di setiap saat, sama seperti Tuhan yang menyertai Musa dan bangsa Israel
Agar orang Kristen di seluruh dunia mau bersaksi di tengah-tengah dunia, seperti yang ditunjukkan Stefanus di Sanhedrin.
Supaya masyarakat dapat sadar dan bersyukur atas lingkungan sekitar yang telah diberikan Tuhan dengan mulai dari tidak membuang sampah sembarangan.

Komentar Anda