Jadilah Loyalis, Gak Perlu Populer

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

NKB 34 – Setia-Mu Tuhanku, Tiada Bertara

 

Setia-Mu, Tuhanku, tiada bertara
di kala suka, di saat gelap.
Kasih-Mu, Allahku, tidak berubah,
‘Kaulah Pelindung abadi tetap.

Setia-Mu Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.

 

Musim yang panas, penghujan, tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
akan setiaMu yang tak bersela.

 

 Bacaan I: Daniel 12.1–13

Pesan yang penting dalam perikop ini

Perikop ini merupakan bagian akhir kitab ini. Di dalamnya dikisahkan situasi tentang kesusahan besar yang berkaitan dengan penderitaan bangsa Yahudi. Namun juga diceritakan pembebasan yang akan menolong mereka. Ini menggambarkan konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama, yakni pemisahan antara hidup kekal dan kengerian kekal. Akan ada penghakiman, namun nasibnya ditentukan oleh hubungannya dengan Allah.

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 75

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Matius 12.15-21

Pesan melalui perikop       

 

Yesus ditolak. Pelayanan-Nya dianggap tidak menyenangkan oleh kaum lawan-Nya. Oleh karena itu mereka mencoba menjatuhkan popularitas Yesus agar orang lain kehilangan kepercayaan kepada-Nya.

Akan tetapi Yesus bergeming. Ia tetap menjalankan pelayanan-Nya pada semua orang, betapapun Ia tahu ada orang yang kemudian terpengaruh provokasi lawan-Nya dan menjadi ragu terhadap-Nya.

Yesus menghindari orang-orang yang menjadi lawan-Nya. Itu bukan tanda kelemahan atau tak sanggup menghadapi mereka, melainkan bagian dari cara Allah menggenapi misi Mesias.

Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

  • Ketika ada orang menentang atau tidak menyukai kita karena pelayanan yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan?
  • Dalam penolakan, bagaimana kita bersikap terhadap pelayanan?  Masih akankah kita terus melayani di tengah orang-orang yang tidak menerima pelayanan kita?
  • Apakah ketika popularitas (baca: dukungan terhadap kita) menurun, akankah kita tetap bersemangat melayani orang lain?

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Yesus tidak menentang atau menghadapi penolakan dengan kekerasan. Dapatkah kita meneladani sikap Yesus ini? Tidakkah kita akan merasa sakit hati atau tersinggung ketika pelayanan sepenuh hati kita ditolak?
  • Jika pelayanan kita tidak disambut orang lain – dalam arti tidak dipuji, atau setidaknya diucapkan terima kasih – masihkah kita mau melayani mereka?

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

  • Apakah kita termasuk orang yang moody alias hidup bergantung pada situasi?
  • Berdasarkan hal itu, bagaimana kita menentukan sikap agar hadirnya kita tetap membawa aura positif bagi orang lain?

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa sebagai berikut:

  • Pemimpin dalam komunitas – seperti gereja atau masyarakat – perlu integritas dan kesalehan.  Doakan mereka agar bisa tetap terhubung dengan Allah sehingga menyadari setiap pilihan yang mereka ambil
  • Doakan mereka agar bersandar terus kepada Tuhan, yang memampukannya bekerja di ladang-Nya, serta menggunakan hikmat dari Tuhan, agar tidak kontraproduktif dengan apa yang mereka kerjakan.

 

Nyanyian Umat

NKB 73 – Kasih Tuhanku Lembut

Kasih Tuhanku lembut! Pada-Nya ‘ku bertelut
dan kudambakan penuh: Kasih besar!
Yesus datang di dunia, tanggung dosa manusia;
bagiku pun nyatalah: Kasih besar!

Kasih besar! Kasih besar!
Tidak terhingga dan ajaib benar: Kasih besar!

 

Ditolong-Nya yang penat dan yang berbeban berat
juga orang yang sesat, Kasih besar!
Walau hatimu cemar, kasih-Nya lebih besar
dan membuat ‘kau benar, Kasih besar!

 

Wahai insan, datanglah! Mari sambut kasih-Nya
ingat akan janji-Nya: Kasih besar!
Yesus t’lah memanggilmu, simak suara-Nya merdu
dan serahkan hatimu, Kasih besar!

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga