Inversi
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
PKJ 305 – Segala Suku Bangsa
dinyanyikan 3x
Segala suku bangsa
agungkan Tuhan
Segala suku bangsa
Megahkan nama-Nya!
Bacaan I: Yesaya 41.1-13
Pesan yang penting dalam perikop ini
Yesaya merupakan catatan yang menceritakan kisah bangsa Israel yang dalam masa pembuangan, yang dipenuhi berbagai rangkuman kelam dan sedih yang mereka alami. Bagian ini menggambarkan bagaimana peran Allah di tengah kegalauan umat. Allah tidak tinggal diam. Dia seakan menyerukan sebuah keyakinan, “You’ll never walk alone!”
Hebatnya, itu bukan sekadar seruan, melainkan dibuktikan. Hanya saja manusia harus ikut berperan aktif menentukan jalan hidupnya. Tantangannya adalah hidup dalam kehendak dan pengarahan Allah, bukan mengikuti kefanaan yang ditawarkan oleh dunia.
Doa Pembuka
Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 106.1-12
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
- Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
- Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
- Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Matius 18.1-5
Pesan melalui perikop
Perikop ini berbicara tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Melalui jawaban-Nya, Yesus membalikkan cara pandang dunia tentang kebesaran, kehormatan, dan status.
Berbeda dengan tawaran dunia, Yesus mengajarkan tentang bergantung kepada orang tua, percaya, rendah hati, dan tidak mengejar status.
Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
- Seberapa sering Saudara berpikir tentang pertobatan?
- Apa yang Saudara rencanakan bagi pertobatan Saudara?
Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
- Apakah kita merasa membutuhkan kerendahan hati, sehingga tidak mementingkan diri sendiri?
- Apakah kita masih mencari pengakuan ketika melayani orang lain?
Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
Apakah saya masih memiliki sikap bergantung kepada Tuhan seperti seorang anak kepada ayahnya?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa sebagai berikut:
- Kesediaan diri untuk bekerjasama dalam pelayanan di gereja.
- Kerelaan merendahkan diri dan mencari ’kekayaan’ sorgawi dalam setiap aktivitas kita
Nyanyian Umat
PKJ 307– Tuhanlah Kekuatanku
dinyanyikan 3x
Tuhanlah kekuatanku
Tuhanlah nyanyianku
Dialah kes’lamatanku
Jikalau Dia di pihakku,
terhadap siapakah ’ku gentar?

Komentar Anda