Hidup Benar dalam Tuhan

Pujian Pembukaan

PKJ 289 : 1 – 2 – Keluarga Hidup Indah

 

Keluarga hidup indah bila Tuhan di dalamnya.

Dengan kasih yang sempurna Tuhan pimpin langkahnya.

 

Refrein :

T’rima kasih pada-Mu, Tuhan, Kau bimbing kami selamanya.

Segala hormat, puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu.

 

Di dunia banyak jalan; jalan mana ‘kan ditempuh?

Jalan lurus hanya satu; jalan Tuhan itulah.

 

 

PEMBACAAN MAZMUR

Salah Seorang Anggota Persekutuan Membacakan Mazmur 43

 

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

 

Pembacaan dan perenungan Firman

 

  • Yehezkiel 13:1-16 
  • 2 Petrus 2:1-3

 

Hidup Benar dalam Tuhan

 

Berpikir benar, berkata benar, bertindak benar. Itulah hidup orang beriman.

Seorang nabi membawa kebenaran Tuhan. Dia mendengar, dan merenungkan, lalu mengatakan firman Tuhan. 

Sayangnya itu tidak terjadi pada nabi-nabi Israel, sampai Tuhan melalui Yehezkiel berkata;

 

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: “Hai anak manusia, bernubuatlah melawan nabi-nabi Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka yang bernubuat sesuka hatinya saja: Dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan. Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya. Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara? Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (Yehezkiel 13:1-3, 6-8 (TB))

 

Tuhan adalah sumber kebenaran maka firman-Nya membawa kebenaran, dan sepahit apapun kebenaran, itulah yang mesti disampaikan.

Hidup orang beriman, jug keluarga di mana ia berada hendaklah berpikir, berkata dan bertindak benar.

 

Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:2-4 (TB))

 

Nyanyian pemazmur adalah lagu pengharapan orang benar supaya Tuhan berbelaskasihan ketika di sekelilingnya hanya ada orang yang menipu dan curang, maka Tuhan adalah pengharapan mereka.

Petrus mengingatkan kepada umat; nabi palsu dalam berbagai macamnya ada di segala zaman, dan memberikan cirinya.

 

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. (2 Petrus 2:1-3 (TB))

 

Waspadalah. Tetaplah menjadi pribadi dan keluarga yang berpikir benar, berkata benar, bertindak benar. Waspadalah jangan sampai ada orang yang membelokkan dari kebenaran Tuhan.

 

 

SAAT HENING

 

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

  • Yudikatif (aparat hukum, polisi dan TNI) yang melindungi masyarakat dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.Kesehatan anggota keluarga
  • (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)
  • Penutup

 

 

Pujian Penutup

PKJ 289 : 3 – 4 – Keluarga Hidup Indah

 

Keluarga hidup indah, bila Tuhan pemimpinnya.

Dalam suka, dalam duka kita dalam tangan-Nya.

 

Refrein :

T’rima kasih pada-Mu, Tuhan, Kau bimbing kami selamanya.

Segala hormat, puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu.

 

Ya Roh Kudus, bimbing kami, agar s’lalu bersama-Mu.

Ajar kami, tolong kami mewujudkan kasih-Mu.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga