Hamba Allah
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
TUHANKU ALLAH HADIR
(KJ 17: 1, 7)
Tuhan Allah hadir pada saat ini.
Hai sembah sujud di sini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa,
Tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, hatimu serahkan
Dalam kerendahan.
Jadikanlah aku hamba bersahaja
Dalam damai dan sejaht’ra.
Sucikanlah aku, agar Kau kupandang
Dalam roh dan kebenaran.
Arahku padaMu: wajahMu kucari
Kini dan abadi.
Pembacaan Kitab Mazmur 119:65-72
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Imamat 4:27-31, 5:14-16
Perjanjian Baru : 1 Petrus 2:11-17
Renungan
Dalam kehidupan kita sebagai orang beriman, kita sering mendengar ungkapan bahwa setiap orang beriman adalah hamba Allah. Ungkapan ini tentu bermaksud untuk mengingatkan kita akan identitas diri kita di tengah dunia ini. Namun, persoalannya adalah apakah kita tahu bahwa identitas tersebut mengandung konsekuensi yang harus kita ikut? Apakah kita sadar bahwa hakikat kita sebagai hamba Allah membawa kita pada panggilan untuk hidup sesuai dengan identitas tersebut?
Hamba Allah adalah orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Sebagai hamba, ia memposisikan dirinya untuk melayani Allah yang dianggapnya sebagai tuan dalam kehidupannya. Seorang hamba tidak akan melawan atau menentang apa yang diperintahkan tuannya. Ia akan berusaha untuk memenuhi dan melakukan sesuai dengan perintah dan keinginan dari tuannya itu. Demikian jugalah ketika kita mengaku bahwa kita adalah hamba Allah. Pengakuan itu menuntut kita untuk memiliki sikap yang patuh dan tunduk pada perintah Allah. Jika Allah menghendaki kita hidup benar, maka kita pun akan menjalani hari-hari kehidupan kita dengan benar. Jika Allah memerintahkan kita untuk mengasihi, maka kita akan terus belajar mengasihi sesama kita dengan baik. Begitulah seharusnya hidup seorang hamba Allah.
Petrus dalam suratnya yang pertama mengingatkan kepada kita tentang bagaimana seharusnya seorang hamba Allah itu hidup. Ia menunjukkan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang mengaku dirinya sebagai hamba Allah, di antaranya: menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging, memiliki cara hidup yang baik di tengah bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah, menunjukkan sikap yang terbuka untuk bekerjasama dengan para pemimpin yang ditunjuk Allah untuk memimpin masyarakat, berbuat baik, hidup sebagai orang yang merdeka, tidak menggunakan kebebasan dengan tidak bertanggung jawab, dan menghormati semua orang. (1 Petrus 2:11-17)
Jika sebagai seorang hamba kita berbuat salah, apa yang mesti kita lakukan? Bacaan kita dalam Imamat 4:27-31, 5:14-16 memberikan tuntunan bagi kita. Pada prinsipnya, ketika kita sadar bahwa kita telah berbuat salah, maka yang perlu kita lakukan adalah meninggalkan kesalahan kita itu dan memohon pengampunan kepada Allah, sebagai tuan kita. Sikap inilah yang dinantikan Allah kita lakukan dalam hidup kita sebagai hamba-hamba-Nya. Allah mengerti bahwa kita adalah pribadi yang lemah, yang mungkin terkadang melakukan perbuatan yang tidak benar. Karena itu, Allah mengingatkan bahwa ketika hal itu terjadi, segeralah memohon pengampunan dan bertobat. Jangan larut dalam kesalahan yang kamu perbuat, melainkan perbaikilah cara hidupmu agar tidak lagi berjalan dalam jalan yang salah itu.
Begitulah semestinya hidup seorang hamba Allah. Dia tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, melainkan hidup untuk mematuhi apa yang menjadi perintah dan kehendak Allah di tengah dunia ini. Nah, pertanyaannya, sudahkah kita menjadi hamba-hamba Allah yang demikian itu? Marilah kita renungkan dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati. Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar masyarakat tetap memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menjaga kebersihannya melalui tindakan membuang sampah pada tempatnya.
Nyanyian Penutup
TUHANKU, BIARLAH KINI HAMBAMU PERGI
(PKJ 75: 1-2)
Tuhanku, biarlah kini hambaMu pergi
Sesuai firmanMU, dalam damai sejahtera.
Kurnia s’lamatMu t’lah dilihat mataku.
S’lamatMu yang Kau b’ri di hadapan dunia.
Tuhanku, s’lamatMu adalah t’rang yang kekal,
Dan terang itulah jadi pernyataanMu
Dan semua bangsa lain akan lihat nyatanya.
TerangMu jadilah kemuliaan umatMu.

Komentar Anda