Habis

Selamat pagi.
Jangan pernah menyerah.
Selalu ada harapan.
Perjalanan melintasi hutan jati di Gundih adalah sekaligus perjalanan nostalgia bagaimana dulu lebatnya hutan Gundih. Hampir-hampir jika melintasi hutan Gundih, kita dinaungi teduhnya pepohonan di sana.
Namun, beberapa hari lalu (Kamis, 15 Oktober 2026) kembali melintasinya, pohon-pohon jati digantikan dengan ladang luas yang ditanami jagung atau singkong. Sejak tahun 1990-an pohon-pohon jati tua yang menaungi perjalanan Purwodadi ke Solo satu persatu hilang berganti dengan ladang-ladang.
Sepetak demi sepetak, dan akhirnya sekarang lahan terbuka dengan menyisakah satu dua pohon jati muda saja.
Hutan, terutama hutan alami adalah paru-paru dunia. Dengan adanya hutan, terjaga kelangsungan hidup. Sayangnya banyak yang sudah gundul dan mati. Semua habis. Apakah orang hanya akan berpikir untuk dirinya, dan menghabisi kekayaan Tuhan untuk dirinya?
#pray4indonesiaforest



Komentar Anda