Dia yang Menjaga Hatimu

NYANYIAN PEMBUKA
KJ 364 – BERSERAH KEPADA YESUS
Syair: All to Jesus I Surrender / I Surrender All, Judson W. van Deventer, 1896,
Terjemahan: Yamuger, 1975,
Lagu: Winfield S. Weeden, 1896
 
Berserah kepada Yesus tubuh, roh, dan jiwaku;
kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.
Refrein:
Aku berserah, aku berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!
 
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anakMu! Refrein:
 
Berserah kepada Yesus aku jadi milikMu.
B’rilah RohMu meyakinkan bahwa Kau pun milikku! Refrein:

 

DOA PEMBUKA



BACAAN ALKITAB      

1 YOHANES 4:1-6

 

RENUNGAN

Ponsel yang kita genggam setiap hari menampung ribuan data, tetapi sistem di dalamnya mampu menyaring semua itu demi keamanan. Ada algoitma yang mendeteksi email sampah, ada sistem security yang memblokir virus, dan bisa memilih siapa yang bisa masuk atau sebaliknya dalam pertemanan kita. Ponsel yang protektif menolong kita menyaring berbagai hal yang bisa merugikan dan juga memperpanjang usia ponsel. Mari kita renungkan, pada ponsel kita bisa begitu protektif, bagaimana dengan pikiran dan hati kita? Seberapa protektif kita menyaring apa yang masuk ke dalam pikiran dan hati? Setiap hari kita diperhadapkan pada informasi yang begitu deras – di mana tidak semua adalah informasi benar dan baik. Selain itu, juga ada informasi-informasi yang mungkin bisa mengikis iman, membawa kecemasan, dan menjauhkan kita dari damai sejahtera.

Yohanes melalui suratnya, mengingatkan umat agar tidak menelan mentah-mentah setiap roh atau pengajaran yang mereka dengar. “Ujilah roh-roh itu”, demikian kata Yohanes. Pada saat itu, jemaat dikepung oleh pengajar sesat yang meragukan kemanusiaan Kristus. Namun, Yohanes menyampaikan bahwa “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Ia tidak meminta kita menjaga hati dengan kekuatan ego atau kecerdasan logika kita sendiri. Penjaga hati kita adalah Roh Kudus. Dia bukan sekadar benteng pertahanan, melainkan kuasa yang hidup yang menang atas dunia. Menguji roh berarti kita membandingkan setiap bisikan dunia dengan kebenaran Kristus yang diam di dalam kita. Jika sebuah pikiran atau kecemasan membuat kita menjauh dari kasih Allah, itu bukan berasal dari Roh Kudus. Roh Kudus memampukan kita untuk berubah menjadi pribadi lebih baik dan memberi dampak damai sejahtera.

Tidak dipungkiri bahwa saat ini, setiap orang bisa mengalami kelelahan mental dan spiritual karena mencoba menjaga hatinya sendirian. Kita mencemaskan masa depan, takut penilaian orang lain, atau terintimidasi oleh keadaan dunia yang makin tidak menentu. Kita mengingat bahwa ketika menerima Kristus, Roh Allah sendiri tinggal di dalam diri kita. Ia menjaga hati kita dengan memberi ruang bagi Firman-Nya terus menggema lebih keras dari suara dunia yang mengganggu. Mari kita sadari kembali bahwa hidup kita berharga karena ada penjaga yaitu Roh Kudus. Dunia boleh saja bising mengganggu dan bisa mengacaukan banyak hal. Namun di dalam diri kita, ada ketenangan yang teguh karena Roh Kudus menjaga hati kita jauh lebih besar dari segala ketakutan yang dapat mengintimidasi. Kita tidak berjalan sendirian, karena ada kuasa terbesar yang menjaga di dalam diri kita. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera 

NKB 189 – PEGANG TANGANKU

Syair dan lagu: Take Hold of My Hand; W. Elmo Mercer,
Terjemahan: K. P. Nugroho
 
‘Ku ingin selalu dekat padaMu,
ikut ‘Kau Tuhan tiada jemu;
Bila ‘Kau pimpin kehidupanku,
tak ‘kan ‘ku ragu, tetap langkahku.
Refrein:
O Jurus’lamat, pegang tanganku,
BimbinganMu yang aku perlu;
B’ri pertolongan dan kuasaMu,
o Tuhan Yesus, pegang tanganku.
 
Gelap perjalanan yang aku tempuh,
namun cerah berseri jiwaku;
susah kecewa di dunia fana,
damai menanti di sorga baka. Refrein:

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga