Dia yang Menanggung

Saat Teduh

 

Nyanyian Umat

KJ 1 – Haleluya Pujilah

Haleluya! Pujilah Allah Yang Agung, Mahaesa!
Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!

1. Langit, buana semesta patut memuji kuasaNya,
karna berkatNya tak henti, limpah kasihNya tak terperi.

Haleluya! Pujilah Allah Yang Agung, Mahaesa!
Dalam Kristus kita kenal Allah Yang Hidup, Bapa kekal!

2. Wahai dunia, soraklah! Angkat suaramu, nyanyilah!
Tabuhlah tifa dan gendang, iringi puji dalam tembang!

 

Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga

Pembacaan Mazmur = Mazmur 26:1-8
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)

Bacaan 1 = Yeremia 15:10-14
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)

Bacaan 2 = Matius 8:14-17
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)

 

Renungan

Hidup dalam ketaatan di dunia yang rusak bukanlah panggilan yang mudah. Sering kali, komitmen kita kepada Tuhan justru membawa kita pada benturan dengan lingkungan sekitar.

Dalam Mazmur 26, Daud menunjukkan tekad yang bulat untuk hidup benar. Ia menolak berkompromi, menjauhi perkumpulan orang fasik, dan meminta Tuhan menguji hatinya. Daud menyadari bahwa ia hanya bisa berdiri teguh, tidak goyah, karena kasih setia Tuhan ada di depan matanya.

Namun, ketaatan ini terkadang membuahkan penderitaan dan kesepian. Hal ini dialami oleh nabi Yeremia. Karena kesetiaannya menyuarakan kebenaran Tuhan, Yeremia justru dimusuhi, dikutuk, dan merasa terasing. Ia menanggung beban batin sebagai utusan Tuhan.

Mungkin kita pun pernah atau sedang merasakan hal yang sama. Kita lelah mempertahankan integritas di tempat kerja, merasa dikucilkan karena memegang nilai kekristenan, atau kehabisan tenaga dalam melayani. Kita merasa “sakit”, baik secara fisik, mental, maupun emosional karena tekanan dunia.

Di titik inilah kita menemukan pengharapan di dalam Kristus. Matius 8:14-17 memperlihatkan Yesus tidak menjaga jarak dari penderitaan manusia. Ia hadir tepat di tengah-tengah kelemahan kita. Ia masuk ke rumah Petrus, menyentuh ibu mertuanya yang terbaring demam, dan membebaskan banyak orang dari penderitaan.

Yesus melakukan ini untuk menggenapi nubuat: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” Yesus adalah Sang Penanggung Beban. Ia tidak membiarkan Anda dan saya berjuang sendirian menjaga integritas. Ia merengkuh kelelahan kita dan memikul dosa kita di kayu salib. Ketika kita hancur karena tekanan dunia, sentuhan kuasa Yesus Kristus memulihkan kita.

Lalu, apa respons kita terhadap pemulihan itu? Perhatikan tindakan ibu mertua Petrus. Sesudah demamnya hilang, ia bangun dan melayani Yesus. Kekuatan baru yang Tuhan berikan tidak ditujukan agar kita sekadar bersantai atau mencari kenyamanan diri. Pemulihan itu diberikan agar kita kembali bangkit dan melayani Dia.

Saat beban ketaatan terasa terlalu berat, datanglah kepada Yesus. Biarkan Ia menyentuh dan memulihkan kelemahan Anda hari ini, sehingga Anda kembali dimampukan untuk berdiri teguh, menjaga integritas, dan melayani Tuhan dengan segenap hati.

 

Doa Bersama

(Dipimpin secara bergantian antara anggota keluarga)

Doakan agar setiap anggota keluarga mau terbuka akan pergumulan masing-masing dan percaya kepada Tuhan.

Doakan agar komunitas kristen yaitu Gereja bisa menjadi tempat yang aman bagi setiap jemaat yang bergumul dengan masalah mereka masing-masing.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga