Curahan Roh Bagi Manusia yang Mau Membangun Kehidupan

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

NKB 100 “Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan“

 

Rindukah engkau mendapat berkat Tuhan yang penuh
di seluruh hidupmu?
Mintalah kepada Bapamu yang janji-Nya teguh:
menyertai langkahmu.

 

Roh Kudus terus meluap di hatimu,
kar’na Tuhan berpesan: “Bawalah bejanamu”.
Roh Kudus terus meluap di hatimu,
pun dengan kuasa-Nya.

 

Bawalah bejanamu yang kosong pada Penebus,
wahai kawan yang lesu.
Dengan hati yang rendah tetap nantikan Roh Kudus,
masuk dalam hatimu.

 

Bacaan I: Bilangan 11.24-30

Pesan yang penting dalam perikop ini

Tujuh puluh orang yang dipilih menjadi “wakil” Musa mengalami kepenuhan Roh. Istilah kepenuhan Roh ini agak berbeda dengan yang ditemukan dalam Perjanjian Baru, sebab yang terjadi di sini berkonteks pada momen di mana Musa merasa tidak sanggup lagi memimpin Israel sendiri. Oleh karena itu Allah mengambil sebagian roh Musa dan menaruhnya pada mereka. Kejadian itu terlihat begitu spektakuler, namun hanya berlangsung sebentar. Selanjutnya mereka kembali terlihat seperti biasa. Hal ini tidak berarti bahwa Roh hanya berada di dalam diri mereka dalam waktu sesaat saja, melainkan seterusnya. Jika dicerminkan pada kehidupan masa kini, itu artinya Roh juga memasuki tubuh kita (yang fana) ini sesaat, kemudian menetap seterusnya dalam diri kita. Sebagaimana Roh yang memasuki 70 orang itu melambangkan predikat pemimpin bagi umat Israel, Roh yang sama juga membimbing (baca: memimpin) dan menyertai kita menjalani hidup di dunia ini.

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 104.24-34

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Yohanes 7.37-39

Pesan melalui perikop 

 

Yesus bicara soal air. Tentu yang dimaksud bukan air yang biasa kita minum. Ini merupakan bahasa kiasan, yang menunjuk pada Roh Kudus, sebagai sumber serta penuntun kehidupan. Sebagaimana air sangat penting untuk menyejukkan makhluk hidup, maka kehadiran Roh sangat dibutuhkan demi kesejukan rohaninya.

Tentang hal ini, Yesus mengatakan bahwa jika seseorang merasa rohaninya kering dan hampa, maka ia perlu datang kepada Yesus. Dia menggambarkan keadaan seseorang yang haus, artinya rindu kepada-Nya. Jika kerinduan itu disikapi dengan mendatangi Yesus, maka akan lahir keadaan baru, yakni situasi di mana Roh hadir.

Ketika kehadiran Roh disadari dan disambut secara baik, maka kita akan menyalurkan berkat Tuhan bagi orang lain. Ini membuat hidup kita berdampak. Ini menjadikan kita orang yang berguna.

 

Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

  • Apakah kita paham bahwa kita dipilih Tuhan untuk mengobarkan semangat membangun dalam dunia?
  • Dalam realitas hidup, di mana kita bisa letih dan lesu, sadarkah kita bahwa yang dapat memulihkan dan menyegarkan kita kembali adalah Yesus Kristus, Tuhan kita?

 

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Apakah kita rindu mendatangi Yesus, bukan saja kala jiwa dirundung kepenatan, melainkan pada setiap waktu?

 

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

  • Berapa sering kita menjumpai Yesus?
  • Kapan sajakah kita menjumpai Dia?
  • Dengan alasan apa kita menemui Dia?
  • Apakah kita ingin bertemu dengan-Nya supaya bisa tahu bagaimana caranya menyalurkan berkat Tuhan bagi kehidupan?

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:

  • Agar pelayan di gereja menemukan kebergunaan dirinya karena disentuh dan dianugerahi kemurahan Allah, sehingga ia bersyukur, dan kemudian melayani sepenuh hati

 

Nyanyian Umat

NKB 104 ”Api-Nya Berkobar Dalam Hatiku”

 

Api-Nya berkobar dalam hatiku,
‘Ku girang kar’na Yesus yang memb’ri.
Dihangatkan jiwaku, tak perlu ‘ku mengeluh,
darah-Nya membasuh diriku bersih.

Api-Nya terang, jiwaku senang,
muliakanlah Tuhanku;
Haleluya bergemar, Yesus Raja yang benar,
api-Nya berkobar dalam hatiku.

 

Api-Nya berkobar dalam hatiku,
jiwaku s’lamat kar’na kuasa-Nya.
Nyala kasih dalamku, mengalahkan seteru;
Roh memimpin hidupku seluruhnya.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga