Berani Karena Benar, Memperjuangkan Keadilan Allah
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
NKB 135 “Bernyanyilah Biduan Muda Mudi“
Bernyanyilah, biduan muda-mudi,
Penciptamu hendaklah kamu puji.
Bernyanyilah, bernyanyilah!
Penuh syukur ungkapan hati kami;
tembang mazmur selalu harus naik
dengan merdu ke takhta-Mu.
Bacaan I: Yeremia 38.1-13
Pesan yang penting dalam perikop ini
Yeremia menyerukan sikap yang terus memberitakan dan membela kebenaran. Ia mendapat tentangan dari penguasa dan pemimpin, yang tidak setuju pada sikapnya. Akan tetapi ia pantang menyerah. Suara kenabiannya selalu terarah kepada kehendak Allah. Ia minta supaya umat Israel juga bertahan dan teguh pada Tuhan dan tidak terpengaruh pada kekuasaan dan kehendak pemimpin yang tidak benar.
Doa Pembuka
Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 6
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
- Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
- Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
- Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Matius 10.5-23
Pesan melalui perikop
Yesus memanggil murid agar mereka bisa menjalankan misi Allah. Misi itu dimulai dari kalangan mereka terlebih dahulu. Oleh karena itu mereka diminta berfokus, mengumpulkan domba yang hilang di antara mereka. Ini yang merupakan pesan penting dalam bersekutu.
Selanjutnya, mereka diminta memberitakan kabar baik Allah, yang tidak menjanjikan hidup tanpa penderitaan. Justru dalam kabar baik itu terkandung penolakan dari penguasa, penindasan dan penganiayaan dari orang lain yang beda pandangan, serta penganiayaan.
Terhadap hal itu, Yesus justru menyuruh mereka tidak membawa apa-apa ketika menjalankan tugas pengutusan mereka. Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa sepenuhnya mengandalkan Tuhan dalam pekerjaan atau pelayanan mereka. Jadi, dalam kesulitan, kekuatan dan harap mereka hanyalah Tuhan.
Perikop ini menceritakan bahwa murid diutus melakukan pekerjaan yang tidak mudah; namun mereka tetap diminta setia dan teguh berpegang pada berita yang Yesus ingin mereka sampaikan kepada orang lain. Kendati sikap orang lain terhadap para murid tidak menyenangkan, para murid tetap harus tekun dan tegar, tidak goyah dan berubah imannya. Ini butuh kekuatan, dan Tuhan Yesus menyediakannya lewat penyertaan Roh Kudus.
Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
- Apakah yang kita pahami tentang bersekutu? Apa yang kita harapkan darinya? Banyak teman? Bangga karena punya perkumpulan yang besar? Atau apa?
- Apakah ketika kita diutus, kita mengandalkan Tuhan?
Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
- Begitu kita dipilih dan diutus melaksanakan pemberitaan kabar baik, apakah kita merasa dapat melakukannya secara mudah? Jika tidak, adakah ketakutan yang menghantui kita? Apa bentuknya?
- Pemberitaan kabar baik menuntut kita konsekuen dengan berita yang disampaikan; bukan yang sesuai keinginan manusia, melainkan kehendak Allah.
Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
- Jika penguasa atau atasan kita melarang kita menunjukkan perbuatan baik yang sesuai dengan iman kita, apa yang kita lakukan? Akankah kita mundur dan ikut kata atasan (yang merupakan manusia), ataukah kita tetap memilih maju dan menjalankan pengutusan Tuhan?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:
- Umat memahami hadirnya dalam persekutuan adalah demi membangun tubuh Kristus, dan karenanya bersedia berbagi demi kebaikan sesama anggota jemaat
- Umat tergerak melibatkan diri dalam pelayanan, dan bersedia membangun kerja sama dengan rekan seiman meskipun dilandasi perbedaan dan keragaman
- Umat merasa terpanggil melayani dan memberi diri – waktu, tenaga, uang, dan pikiran, demi pelayanan yang berkomitmen
Nyanyian Umat
PKJ 103 ”Carilah Dulu Kerajaan Allah”
Carilah dulu Kerajaan Allah
beserta kebenaran-Nya,
maka semua ditambah padamu.
Haleluya, Haleluya!
Bukan makanan saja kau perlu;
paling perlu firman Allah
yang merupakan jaminan hidupmu.
Haleluya, Haleluya!

Komentar Anda