Keluargaku, Keluarga yang Setia

Saat Teduh

 

Nyanyian Pembuka 

 

BILA YESUS BERADA DI TENGAH KELUARGA

(KJ 451: 1-2)

 

Bila Yesus berada

Di tengah keluarga

Bahagialah kita,

Bahagialah kita.

Bila Yesus berkuasa

Di tengah keluarga,

Pasti kita bahagia,

Pasti kita bahagia.

 

Pembacaan Kitab Mazmur 98

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

Doa Pembuka dan Firman

(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)

 

Pembacaan Alkitab

Perjanjian Lama   : Daniel 3:1-18

Perjanjian Baru    : Wahyu 18:1-10, 19-20

 

Renungan 

    Keluarga Kristen masa kini adalah keluarga yang hidup di tengah tantangan zaman yang tidak mudah. Godaan keluarga masa kini bukanlah patung berhala yang harus disembah sebagaimana zaman Alkitab ditulis dan disusun. Godaan terbesar bagi keluarga masa kini adalah pengaruh dunia yang semakin mendorong manusia menjauh dari kebergantungannya kepada Allah. Dunia modern di mana kita tinggal adalah dunia yang semakin membawa kita pada semangat mengandalkan kekuatan diri sendiri, harta, popularitas dan status sosial yang Allah berikan kepada kita. Jika kita tidak berhati-hati, maka lambat laun kita akan semakin menganggap bahwa kita sanggup hidup tanpa Tuhan. 

     Di tengah godaan dunia yang seperti inilah, kita diajak untuk mengingat kembali firman Tuhan yang dituliskan dalam kitab Wahyu 18:1-10, 19-20. Firman Tuhan yang mengingatkan kepada kita untuk keluar dari sistem dunia yang tidak berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. Kita dipanggil untuk meninggalkan pola-pola kehidupan yang jahat dan menghantar manusia pada perbuatan-perbuatan yang berdosa. Panggilan ini bertujuan agar ke depan umat tidak harus menanggung dampak yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Firman Tuhan berkata, “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18: 4b) 

     Dalam kehidupan dunia yang semakin menjauh dari kehendak Tuhan, kita diajak untuk hidup dengan prinsip iman yang benar, bukan malah mengikuti pengaruhnya. Kisah Daniel 3:1-18 menjadi inspirasi yang menarik untuk kita perhatikan dalam hidup kita masa kini. Daniel dan ketiga kawannya adalah contoh anak-anak Tuhan yang tahu bagaimana harus bersikap di tengah tantangan dunia di sekitarnya. Sekalipun orang-orang di sekelilingnya lebih memilih untuk mengikuti pengaruh Nebukadnezar karena takut, mereka tetap memilih setia mempertahankan iman mereka sekalipun konsekuensi yang harus mereka tanggung tidaklah mudah. 

    Pengalaman Daniel dan kawan-kawannya menjadi sebuah contoh yang baik bagi kita di masa kini. Saat kita menghadapi pengaruh-pengaruh yang tidak baik dalam kehidupan kita. Jangan hanya karena semua orang yang ada di sekitar kita melakukan sesuatu yang sama, lalu kita ikut-ikutan mereka tanpa bersikap kritis. Sebagai anak-anak Tuhan kita tetap harus melihat apa tindakan itu semakin membuat kita dekat dengan Tuhan atau sebaliknya? Apakah tindakan itu membawa kita semakin mengasihi sesama atau tidak? Kita perlu menganalisanya secara mendalam sebelum kita mengambil keputusan untuk mengikutinya.

     Sebagai anggota keluarga Allah, kita dipanggil untuk tetap bertahan dalam kesetiaan kita kepada Allah di tengah segala godaan dan tantangan dunia ini. Jangan hanya karena kita ingin menjadi orang yang populer, kita mengorbankan iman kita. Jangan hanya karena kita ingin memiliki banyak harta, lalu kita meninggalkan kesetiaan kita kepada Allah. Tuhan mau kita menjadi anggota keluarga Allah yang kritis terhadap segala pengaruh yang datang dalam kehidupan kita. Jika pengaruh itu membuat kita kehilangan kesetiaan kepada Allah, dan membawa kita pada pola kehidupan yang semakin jauh dari Tuhan, maka kita harus berani berkata “tidak” atasnya. Itulah panggilan kita hari ini. Tuhan memberkati. Amin.

 

Mengisi Jurnal Keluarga

(setelah merenungkan firman Tuhan, keluarga diberi kesempatan untuk mengisi jurnal keluarga)

 

Nyanyian Penutup

KELUARGA YANG DAMAI

(PKJ 286: 1, 3)

 

Keluarga yang damai

Dan saling mengerti,

Sehati dalam suka

Dan di dalam duka.

Refrein:

    Anug’rah Allah Bapa

    Tercurah baginya,

    Membimbing kehidupan

    Di jalan Tuhan.

Keluarga beriman

Beralaskan firman,

Hidupnya bahagia,

Damai sejahtera.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga