Keluarga yang Bertumbuh dan Berbuah
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
KELUARGA HIDUP INDAH
(PKJ 289: 1-2)
Keluarga hidup indah,
bila Tuhan di dalamnya.
Dengan kasih yang sempurna
Tuhan pimpin langkahnya.
Refrein:
T’rima kasih padaMu, Tuhan,
Kau bimbing kami selamanya.
Segala hormat, puji dan syukur
Kami panjatkan kepadaMu.
Di dunia banyak jalan;
jalan mana ‘kan ditempuh?
Jalan lurus hanya satu;
jalan Tuhan itulah.
Pembacaan Kitab Mazmur 144
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Yehezkiel 19:10-14
Perjanjian Baru : 1 Petrus 2:4-10
Renungan
Dalam kehidupan ini, salah satu yang menjadi kerinduan banyak orang tua adalah melihat anak-anak atau generasi penerusnya mengalami keberhasilan dalam hidup mereka. Dalam rangka mewujudkan kerinduan itu, maka banyak orang tua yang berjuang untuk memberikan bekal pendidikan, kasih sayang, dan perhatian yang cukup agar anak-anaknya kelak dapat mengalami keberhasilan di tengah kehidupan yang mereka jalani. Itulah juga yang menjadi salah satu ungkapan harapan Pemazmur dalam Mazmur 144. Ia mengatakan, “Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang bertumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!” Melalui ungkapan ini, Pemazmur berharap generasi penerusnya, baik laki-laki maupun perempuan, dapat menjadi orang-orang yang berhasil dan berguna bagi kehidupan di sekitarnya. Sebuah harapan yang dimiliki oleh banyak orang tua di dunia ini.
Pertanyaannya, bagaimana cara agar harapan itu dapat terwujud di tengah kehidupan keluarga masa kini? Cukupkah kita berfokus memberi bekal jasmani, kepandaian, kecerdasan, dan kasih sayang bagi mereka? Di tengah kehidupan yang diwarnai dengan dampak negatif era digital sekarang ini, anak-anak tumbuh dalam berbagai arus informasi yang terkadang tidak selalu membawa mereka di jalan kehidupan yang benar. Setiap hari mereka berhadapan dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya, pengaruh-pengaruh yang bisa saja membuat mereka bimbang, dan tayangan-tayangan yang kadang tidak memberi mereka kekuatan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan kehidupan. Dalam konteks hidup yang demikian, maka fondasi iman menjadi salah satu yang penting untuk diperhatikan.
Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:4-10 mengingatkan kepada kita bahwa selain bekal-bekal yang selama ini telah kita berikan kepada mereka, satu hal yang tidak boleh kita lupa adalah memberikan bekal fondasi atau dasar iman yang kuat bagi mereka dalam menjalani kehidupan ke depan. Bekal jasmani, kepandaian, kecerdasan, dan kasih sayang tidak akan otomatis membawa mereka ke jalan yang benar, jika fondasi iman mereka tidak kita pupuk sejak awal. Sebab itulah 1 Petrus 2:4 mengingatkan kepada keluarga kita demikian: “Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.” Sebagai keluarga kita dipanggil untuk menjadikan Sang Batu Hidup (Kristus) sebagai fondasi iman kita di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Fondasi inilah yang akan memampukan kita untuk tetap berdiri di jalan yang benar saat kita menghadapi berbagai terpaan godaan kehidupan. Selama Kristus menjadi fondasi dalam kehidupan kita, maka bangunan kehidupan yang kita bangun tentulah akan menjadi bangunan kehidupan yang baik dan benar.
Hal inilah juga yang dinyatakan dalam kitab Yehezkiel 19:10-14. Gambaran tentang pohon anggur adalah gambaran kehidupan kita. Selama pohon anggur itu ditanam di dekat air, maka ia akan terus bertumbuh dan berbuah. Namun, ketika pohon anggur itu dicabut dan dipindahkan di padang gurun, maka ia akan menjadi layu, kering dan terbakar oleh panasnya terik matahari. Demikian jugalah kehidupan keluarga Kristen masa kini. Selama keluarga kita terus hidup dekat dengan Kristus, Sang Sumber Kehidupan maka keluarga kita akan dapat terus bertumbuh dan berbuah. Menghasilkan generasi penerus yang mengalami keberhasilan dalam iman di tengah kehidupan. Namun, ketika pertumbuhan keluarga kita didasarkan pada hal-hal di luar Kristus maka hidup keluarga kita akan menjadi layu, kering, dan terbakar habis. Oleh karena itu, marilah kita bangun keluarga kita untuk lebih dekat dengan Kristus dan menjadikan-Nya dasar dalam setiap keputusan, perkataan, dan perbuatan kita. Dengan demikian, keluarga kita akan tetap menjadi keluarga yang dapat terus bertumbuh dan berbuah di tengah tantangan zaman yang tidak mudah ini. Tuhan memberkati. Amin.
Mengisi Jurnal Keluarga
(setelah merenungkan firman Tuhan, keluarga diberi kesempatan untuk mengisi jurnal keluarga)
Nyanyian Penutup
KELUARGA HIDUP INDAH
(PKJ 289: 3-4)
Keluarga hidup indah,
bila Tuhan pemimpinnya.
Dalam suka, dalam duka
kita dalam tanganNya.
Refrein:
T’rima kasih padaMu, Tuhan,
Kau bimbing kami selamanya.
Segala hormat, puji dan syukur
Kami panjatkan kepadaMu.
Ya Roh Kudus, bimbing kami,
agar s’lalu bersamaMu.
Ajar kami, tolong kami
mewujudkan kasihMu.

Komentar Anda