Kekuatan yang Tak Boleh Membuat Kita Lupa Diri
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
KJ 391 – Puji Tuhan, Haleluya
Puji Tuhan, haleluya! Puji Tuhan, haleluya,
kini dan selamanya! Amin.
- Mengapa, orang Kristen, harapanmu lemah?
Tuhanmu berkuasa di atas dunia! - Segala sesuatu ditanggung Tuhanmu.
Mengapa lagi takut? Percayalah teguh! - Sampaikanlah firman-Nya di mana-mana pun,
serta perbuatan-Nya teruskan bertekun!
Bacaan I: Hakim-hakim 16.23-31
Pesan yang penting dalam perikop ini
Kisah Simson memperlihatkan gambar seorang manusia yang 1) dianugerahkan kekuatan oleh Tuhan menghadapi hidup; 2) dimampukan mengalahkan orang-orang besar; namun 3) kemudian terlena karena bujuk rayu Delila yang membuatnya jatuh dan kehilangan segalanya.
Akan tetapi di saat ia sadar bahwa di balik semua yang telah dihasilkannya ada Allah yang Mahabesar, dan mau kembali memiliki hubungan baik dengan-Nya, maka Allah bersedia memulihkannya.
Rangkaian ini mengajak kita belajar mengambil hikmah hidup, yakni
- Segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Allah. Tidak ada seorangpun yang meraih nama besar, kemampuan, ataupun pencapaian dalam hidup hanya karena kehebatannya sendiri.
- Ketika seorang menyombongkan diri dan merasa besar karena kehebatannya, ia akan jatuh.
- Namun Tuhan memberi kesempatan bagi setiap orang menyadari kesalahannya dan kembali berbalik kepada-Nya. Itulah yang terjadi pada Simson. Dan Tuhan tidak menutup mata terhadap kesungguhan hati Simson yang meminta kekuatan di saat-saat akhir hidupnya.
- Setiap perubahan yang dilandasi pertobatan diterima Tuhan.
Doa Pembuka
Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 28
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
- Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
- Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
- Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Matius 9.2-8
Pesan melalui perikop
Seorang lumpuh dibawa kepada Yesus. Dalam kemampuan-Nya melihat hati manusia, Yesus berkata, “ … dosa-dosamu telah diampuni.” Penulis Injil hendak menyatakan bahwa dalam hidup, yang terpenting bagi Tuhan adalah hati manusia. Yesus melihat apa yang ada dalam hati orang lumpuh itu dan menunjukkan apa sikap Tuhan terhadapnya. Setelah melihat hati orang lumpuh itu, Yesus juga melihat hati beberapa ahli Taurat yang dinilai sebagai hal yang jahat.
Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
- Seberapa seriuskah Saudara menata hati Saudara di hadapan Tuhan? Artinya, ketika menghadapi berbagai peristiwa dan rencana hidup, apakah Saudara menunjukkan ketulusan, keyakinan, dan niat baik menjalani hidup?
- Apa yang Saudara pahami dari Kolose 3.17 dan 23? Coba lihat dan tafsirkan artinya serta kaitkan dengan bagian ini.
Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
- Apakah Saudara merasa membutuhkan pengampunan Tuhan? Ataukah Saudara merasa ”aman” dalam segala sesuatu yang Saudara pikirkan?
Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
Yesus tidak hanya sanggup memperbaiki keadaan hidup kita, tetapi terlebih dahulu memulihkan hubungan kita dengan Allah melalui pengampunan dosa. Ketika dosa dibereskan, hidup yang lumpuh pun dapat dipulihkan. Seberapa seringkah kita merasa “lumpuh“ dan membutuhkan Tuhan?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa sebagai berikut:
- Kerinduan setiap individu berintrospeksi dan membiarkan Tuhan memperbaiki hubungan dengannya.
- Pelayanan yang dilakukan setiap insan pelayan gereja; agar dilandasi ketulusan dan kerinduan menghadirkan berkat (hubungan baik dengan Tuhan) bagi orang yang dilayaninya
- Penghayatan bulan keluarga sepanjang bulan Oktober; bukan hanya kegiatannya, namun juga dampaknya bagi setiap anggota keluarga dan jemaat GKI Serpong
Nyanyian Umat
PKJ 307– Tuhanlah Kekuatanku
dinyanyikan 3x
Tuhanlah kekuatanku
Tuhanlah nyanyianku
Dialah kes’lamatanku
Jikalau Dia di pihakku,
terhadap siapakah ’ku gentar?

Komentar Anda