Ketegasan Allah Sebagai Wujud Kasih-Nya pada Kita

Saat Teduh

 

Nyanyian Pembuka 

 

O Allahku, Jenguklah Diriku

(NKB 13: 1, 4)

 

O Allahku, jenguklah diriku,

Ujilah hati dan pikiranku.

Aku telah berdosa dan cemar,

sucikan dan jadikan ‘ku benar.

O Roh Kudus, bangkitkan jiwaku;

mari berkarya dalam hidupku.

FirmanMulah tumpuan yang teguh,

dan ‘ku dambakan rahmatMu penuh.

 

Pembacaan Kitab Mazmur 75

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

Doa Pembuka dan Firman

(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)

 

Pembacaan Alkitab

Perjanjian Lama   : Nahum 1:1-13

Perjanjian Baru    : Wahyu 14:12-20

 

Renungan 

   Pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi di hari penghakiman nanti? Apakah hari itu akan menjadi hari yang menyenangkan atau menegangkan bagi kita? Semua kembali kepada bagaimana selama ini kita menjalani kehidupan di hadapan Allah yang telah memberi kesempatan kepada kita. Jika kita menjalani kehidupan yang benar dan membuahkan kebaikan di tengah dunia, maka hari itu akan menjadi hari yang menyenangkan bagi kita. Namun, jika kita tidak menjalani hidup benar dan tidak menghasilkan buah kebaikan di tengah dunia ini, maka hari itu akan menjadi hari yang menegangkan bagi kita. 

    Kitab Nahum 1:1-13 memberikan gambaran kepada kita bagaimana sikap yang ditunjukkan Allah kepada umat-Nya. Allah menghadirkan diri-Nya sebagai Pribadi yang mengasihi umat-Nya sedemikian rupa. Karena kasih-Nya yang besar itu, maka Allah bertindak tegas kepada umat yang tidak menunjukkan kehidupan yang baik dan benar. Gambaran tentang Allah yang demikian itu dapat diumpamakan seperti orang tua yang mengasihi anak-anaknya sedemikian rupa, sehingga ia mendidik anak-anaknya dengan tegas demi kebaikan hidup anak-anaknya tersebut. Begitulah Allah kita. Karena itu, ketika ada umat yang menentang-Nya, Allah berusaha untuk mendisiplin mereka agar mereka kembali menjadi anak-anak Allah yang baik. Ketika ada umat-Nya yang berlaku jahat, Allah menegur mereka dengan keras agar umat-Nya segera menyadari dan berbalik dari kejahatannya.

    Mengapa hal ini dilakukan-Nya? Tidak lain, karena Dia ingin anak-anak-Nya kelak dapat menikmati kehidupan bersama-Nya dalam kemuliaan. Sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam Wahyu 14:13, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Jadi karena alasan inilah, maka Allah mendisiplin setiap anak-anak-Nya sejak mereka masih menjalani kehidupan di tengah dunia ini. Ia ingin agar hari penghakiman nanti menjadi hari yang menyenangkan bagi kita, bukan hari yang menegangkan.

    Oleh karena itu, jika di dalam kehidupan ini kita ditegur dengan keras oleh Allah karena perbuatan kita yang tidak benar, janganlah kita menjadi sakit hati dan menuduh Allah tidak mengasihi kita. Justru karena kasih-Nya itu, teguran yang keras diberikan agar kita segera menyadari kesalahan kita dan memperbaiki kehidupan kita. Ia tidak ingin kita larut dalam kesalahan itu dan tenggelam di dalamnya. Sebab semakin kita masuk ke dalamnya, semakin sulit kita keluar dari dalamnya. Makanya sebelum semakin jauh kita tenggelam, Allah memberikan teguran-Nya kepada kita. Inilah wujud kasih-Nya yang besar dalam kehidupan kita sebagai anak-anak-Nya. Karena itu, jangan keraskan hatimu terhadap teguran yang Allah berikan. Segeralah menyadari kesalahanmu dan berbaliklah kepada-Nya, sebelum semuanya terlambat. Tuhan memberkatimu. Amin. 

 

Doa Syafaat dan Penutup

Berdoalah agar pemerintah membangun infrastruktur yang memadai bagi pendidikan secara merata di seluruh pelosok negeri ini.

 

Nyanyian Penutup

 

Yang Mau Dibimbing oleh Tuhan

(KJ 379: 1, 5, 7)

 

Yang mau dibimbing oleh Tuhan

dan yang berharap tak henti,

Akan mendapat pertolongan, 

bahkan di saat terpedih.

Tuhanlah dasar imannya, 

bukanlah pasir alasnya.

Jangan kausangka bahwa Tuhan

‘kan meninggalkan anakNya

dan bahwa hanya kemujuran 

tanda dan bukti kasihNya.

Nanti bagimu nyatalah

betapa agung maksudNya.

Tetaplah kau di jalan Tuhan,

setia dalam tugasmu:

dengan berkat yang tak berkurang

dibarui-Nya hidupmu.

Yang kepadaNya berserah

tak ditinggalkan olehNya.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga